Baksos Guru dan Pegawai MAN 3 Banyumas untuk Korban Banjir

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Baksos Guru dan Pegawai MAN 3 Banyumas untuk Korban Banjir

Banyumas—Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Sumpiuh sejak Selasa (15/3) hingga saat ini. Peristiwa itu menimbulkan empati bagi guru dan pegawai MAN 3 Banyumas. Mereka bergerak mengumpulkan donasi dengan menyisihkan rezeki untuk para siswa dan guru/pegawai yang menjadi korban banjir. Para waka pun saling berkoordinasi dengan wali kelas guna pendataan siswa yang menjadi korban banjir. Selain siswa, ada juga guru dan pegawai yang menjadi korban banjir. Berdasarkan data yang terkumpul, ternyata ada 45 siswa dan 5 guru/pegawai yang menjadi korban banjir.

Donasi yang terkumpul dari para guru dan pegawai yang tidak menjadi korban banjir serta kas Dharma Wanita Persatuan Mantibas kemudian dipergunakan untuk pembelian sembako. Ahmad Ridlo selaku Waka Humas menunjuk Anung Mumpuni sebagai penanggung jawab pembelian dan pembuatan paket sembako. Anung dibantu guru-guru lain membuat 50 paket sembako yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 botol kecap, 2 bungkus biskuit, sabun cuci pakaian dan cuci piring, dan pembalut wanita. Pentasyarufan paket sembako dilaksanakan pada Kamis dan Jumat (24—25/3). Kamis merupakan pentasyarufan kepada guru/karyawan dan siswa kelas XII secara langsung di madrasah karena siswa sedang mengikuti Ujian Madrasah. Pentasyarufan dilakukan setelah kegiatan UM. Sedangkan pentasyarufan untuk siswa kelas X dan XI dilaksanakan Jumat (25/3) dengan langsung mengunjungi lokasi/rumah siswa yang menjadi korban banjir.

Anung Mumpuni selaku penanggung jawab menyampaikan keprihatinannya terhadap guru dan siswa yang menjadi korban banjir sehingga menyampaikan harapannya, “Semoga hanya tahun ini saja baksos untuk guru/pegawai dan siswa yang terkena musibah banjir. Baksos berikutnya mudah-mudahan tidak ada musibah banjir lagi sehingga bisa dalam bentuk kegiatan lain, misalnya bersih-bersih pasar, selokan-selokan umum yang rusak akibat banjir, dan lain-lain. Semoga paket sembako tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban keluarga yang terkena banjir. I hope tomorrow is better than yesterday and today,” pungkasnya.

Terkait dengan kepedulian guru dan pegawai tersebut, Ahmad Ridlo bertutur, “Terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas partisipasi guru dan pegawai yang telah membantu korban banjir. Bantuan berupa paket sembako disalurkan pada siswa dan guru/pegawai yang bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan Ayah. Semoga kepedulian tersebut dapat meringankan beban yang dialami korban banjir.”

Siti Rohmah, orang tua Asiatun Wakhidah kelas XI IPA 1, menyampaikan terima kasih atas perhatian, doa, dan bantuan dari guru/karyawan Mantibas. Tak lupa, Siti Rohmah juga mendoakan kebaikan untuk Mantibas. Sementara, Martin Suhesti, ibundaYazka Rifqia kelas XI IPA 1, bahkan menyampaikan kata-kata mewakili warga Kuntili RT 04/RW 04 yang terendam banjir cukup besar berhari-hari karena banyak juga warga yang mendapatkan bingkisan paket sembako dari Mantibas. “Alhamdulillaah, mohon sampaikan kepada Bapak Kamad dan Bapak/Ibu Guru/Pegawai Mantibas, terima kasih tak terhingga atas doa, support, dan bingkisannya. Hanya doa yang bisa kami panjatkan, semoga Bapak Kamad, guru, dan pegawai selalu sehat, rizki melimpah dan barokah, dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin,” ungkapnya.

Ternyata, kehadiran tim baksos Mantibas langsung ke lokasi banjir menjadi kesan tersendiri, terutama bagi orang tua siswa korban banjir. Mereka merasa senang sekaligus terharu mendapatkan perhatian dari madrasah tempat sekolah anaknya.

(Tim Media MAN 3 Banyumas)