Berantas Buta Aksara Al-Quran dan Stunting, Penyuluh Somagede Sasar Ibu-Ibu Majelis Taklim
Oleh KUA Somagede
Somagede – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somagede, Yasaroh, kembali turun ke tengah masyarakat untuk melaksanakan aksi jemput bola yang menyasar penguatan keagamaan sekaligus kesehatan keluarga. Kali ini, kehadiran beliau membersamai jemaah Majelis Taklim (MT) Nur Rahmah di Mushala Nur Rahmah, Desa Somakaton, Kecamatan Somagede. Senin (29/06)
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari kaum ibu ini memadukan dua agenda penting: pemberantasan buta aksara Al-Qur'an melalui bimbingan baca Iqra dan Qur'an, yang kemudian dirangkai dengan penyuluhan penting mengenai pencegahan stunting.
Mengawali kegiatan, Yasaroh, mendampingi satu per satu jemaah ibu-ibu dalam melafalkan huruf-huruf hijaiyah. Bimbingan metode Iqra hingga pembacaan Al-Qur'an ini dilakukan secara interaktif. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca kitab suci.
"Majelis taklim bukan hanya tempat berkumpul, tetapi laboratorium belajar. Kita ingin memastikan ibu-ibu di Somakaton tidak hanya lancar membaca, tetapi juga benar secara tajwid dan makharijul huruf," ujar Yasaroh di sela-sela bimbingan.
Usai mengaji bersama, suasana mushala berganti menjadi ruang diskusi yang interaktif saat Yasaroh menyampaikan materi penyuluhan kesehatan keluarga, khususnya terkait pencegahan stunting.
Sebagai penyuluh yang juga menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program pemerintah, Yasaroh menekankan bahwa pemenuhan gizi anak dan pola asuh yang sehat adalah bagian dari cerminan keluarga yang sakinah. Ibu-ibu diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif, menjaga sanitasi lingkungan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang memanfaatkan potensi pangan lokal.
"Anak-anak kita adalah investasi masa depan, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Menjaga kesehatan fisik mereka agar tumbuh optimal dan bebas stunting adalah kewajiban kita sebagai orang tua. Agama kita pun mengajarkan untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah," tegas Yasaroh di hadapan para jemaah.
Melalui kegiatan terpadu ini, MT Nur Rahmah Somakaton diharapkan tidak hanya melahirkan jemaah yang kuat secara spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak terciptanya generasi muda Somagede yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (Nuryati)
