Bimwin Mantapkan Persiapan Catin Desa Tunjung
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang – Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang terus berkomitmen meningkatkan kualitas ketahanan keluarga bagi masyarakat di wilayahnya. Suasana khidmat menyelimuti ruang Bimbingan Perkawinan (Bimwin) KUA Jatilawang saat sepasang calon pengantin (catin) asal Desa Tunjung, Nazwa Fitri Ramadhita dan Saputra, menerima pembekalan intensif sebelum melangkah ke jenjang pelaminan. Rabu (15/04)
Kegiatan bimbingan ini dipandu langsung oleh Rais Rudiansyah, seorang Penyuluh Agama KUA Jatilawang yang dikenal komunikatif. Program ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya preventif dari Kementerian Agama untuk menekan angka perceraian serta memberikan pondasi spiritual dan mental yang kokoh bagi pasangan muda dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Dalam sesi tersebut, Rais Rudiansyah memaparkan materi krusial mengenai *"5 Pilar Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah". Kelima pilar tersebut meliputi *Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalidzan (janji kokoh), Mu’asyarah bil Ma’ruf (memperlakukan pasangan dengan baik), Musyawarah, dan Taradin (saling rida). Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap pilar-pilar ini adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika kehidupan pernikahan yang kompleks.
"Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua insan, tapi tentang bagaimana menjalankan komitmen suci di hadapan Sang Pencipta. Dengan memegang teguh lima pilar ini, insya Allah pasangan Nazwa dan Saputra dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah," ujar Rais di sela-sela pemaparan materinya.
Sepanjang bimbingan berlangsung, kedua calon mempelai tampak antusias dan interaktif dalam berdiskusi. Nazwa dan Saputra mengaku merasa lebih siap dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing setelah mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari sang penyuluh. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendampingan profesional bagi generasi muda yang akan segera memulai hidup baru.
Acara bimbingan perkawinan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Sebagai penutup kegiatan sekaligus simbol dimulainya perjalanan menuju hari bahagia, sesi ini diakhiri dengan foto bersama antara penyuluh dan pasangan calon pengantin di depan ruang Bimwin. Dokumentasi ini menjadi bukti kesiapan mental pasangan asal Desa Tunjung tersebut untuk membangun keluarga yang tangguh di masa depan.
