HUT RI #81

Cegah Konflik Keagamaan, Penghulu KUA Purwokerto Timur Ikuti Monev Aplikasi EWS Sirukun

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto – Dalam upaya memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial berdimensi keagamaan, Penghulu KUA Purwokerto Timur, Firman Nurhidayat, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Aplikasi Early Warning System (EWS) Sirukun. Acara ini berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas. Selasa (01/09)

Aplikasi EWS merupakan platform berbasis website resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI. Sistem ini dirancang khusus untuk memetakan, mendeteksi, serta merespons dengan cepat berbagai resiko dan potensi kerawanan sosial yang membawa isu keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan Monev dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran para jajaran di tingkat kecamatan untuk peka terhadap dinamika di lapangan.

"Aparatur Kemenag, khususnya penghulu dan penyuluh, adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat. Aplikasi EWS ini menjadi alat krusial agar setiap potensi gesekan dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin secara terukur," tegas Ibnu.

Materi teknis dan evaluasi aplikasi pada kegiatan ini disampaikan langsung oleh Tim EWS Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan terkait tata cara penginputan data, verifikasi informasi, hingga skema pelaporan potensi konflik secara real-time.

Selain Firman Nurhidayat dari KUA Purwokerto Timur, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran penghulu dan penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banyumas. Melalui Monev ini, diharapkan seluruh aparatur Kemenag di Kabupaten Banyumas semakin responsif dan sigap memanfaatkan teknologi digital demi merawat kondusivitas dan kerukunan umat beragama.(fs)