DPD AGPAII Banyumas Gelar Halalbihalal di Aula Al Ikhlas
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) – Keluarga besar DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan acara Halalbihalal dan Silaturahmi yang bertempat di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Banyumas. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan koordinasi antar-guru pendidikan agama dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Selasa (14/04)
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin yang didampingi oleh Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Naufal Iskandar, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amin Ma’ruf, serta perwakilan dari Baznas Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Amin Ma’ruf, menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru agama memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter siswa. "Kita semua sama-sama berjuang untuk kemajuan pendidikan di Banyumas. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan para guru agama adalah kunci utama," ujar Amin Ma'ruf.
Ketua Baznas Banyumas, Khasanatul Mufidah, memberikan tausiyah singkat mengenai makna memaafkan. Beliau mengingatkan para hadirin agar tidak menjadi golongan orang yang "bangkrut" atau muflis di akhirat kelak akibat urusan yang belum selesai antar-sesama manusia.
"Halalbihalal ini menjadi pemutus supaya kita tidak termasuk orang yang bangkrut secara amal. Akhlak yang paling baik adalah kemampuan untuk memaafkan orang lain," pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin memberikan arahan terkait hakikat ibadah dan pentingnya publikasi kegiatan. Beliau menekankan bahwa rutinitas ibadah, seperti sholat, tidak boleh berhenti pada aspek formalitas saja.
-
Hakikat Ibadah: Sholat bukan sekadar menjalankan syariat, melainkan membangun hakikat rasa dan kedekatan antara hamba dengan Tuhan.
-
Keterbukaan Informasi: Beliau mendorong agar setiap pergerakan dan prestasi yang dilakukan oleh AGPAII dapat terpublikasi dengan baik kepada masyarakat. "Apapun pergerakan kita harus diberitakan agar masyarakat mengetahui manfaat dari program yang dijalankan," tegas Kakan.
Acara ditutup dengan mushafahah (bersalam-salaman) sebagai simbol pembersihan diri dan penguatan ikatan persaudaraan antar-pendidik di wilayah Kabupaten Banyumas.
