Ilmu sebagai Harta dan Perhiasan, Kajian Kamis KUA Teguhkan Bekal Dakwah

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menyelenggarakan kajian rutin Kitab Adabul Ta’lim wal Muta’allim pagi di lingkungan KUA Jatilawang. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Kamis pagi ini menjadi wadah penguatan keilmuan dan adab bagi para penyuluh sebagai bekal dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan di masyarakat. Kamis (23/04)

Kajian kali ini mengangkat pesan penuh hikmah dari Abu Bakar kepada Ibnu Al-Zubair tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Dalam kajian tersebut disampaikan nasihat, Berpegang teguhlah pada ilmu pengetahuan, karena ketika engkau menjadi orang miskin maka ilmu itu akan menjadi harta, dan ketika engkau menjadi orang kaya, maka ilmu itu akan menjadi perhiasan.”

Pesan tersebut menjadi inti pembahasan yang menekankan bahwa ilmu bukan sekadar sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga bekal kemuliaan hidup dalam berbagai keadaan. Bagi seorang penyuluh agama, ilmu menjadi fondasi utama dalam membimbing umat dengan hikmah, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.

Kajian yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta mengikuti pembacaan dan pemaknaan isi kitab sebagai bagian dari pembinaan kapasitas keagamaan sekaligus penguatan adab penuntut ilmu sebagaimana diajarkan para ulama.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen menjaga tradisi keilmuan di lingkungan KUA Jatilawang. Melalui kajian kitab klasik tersebut, para penyuluh diharapkan semakin siap membawa nilai-nilai ilmu, adab, dan keteladanan dalam menjalankan tugas bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat.

“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diamalkan dan menjadi penerang dalam pengabdian,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kajian pagi itu. Dengan istiqamah mengkaji warisan ulama, KUA Jatilawang terus meneguhkan peran penyuluh sebagai pelayan umat yang berilmu dan beradab. (dy)