HUT RI #81

Jaga Mutu Asesmen, Empat Guru MTsN 3 Banyumas Dalami Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal SAS

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Soal yang baik tidak lahir begitu saja. Di balik setiap butir soal terdapat proses merancang kompetensi, memetakan materi, menentukan indikator, hingga memastikan instrumen mampu mengukur capaian belajar murid secara tepat. Kesadaran inilah yang menjadi ruh Workshop Penulisan Kisi-Kisi dan Soal Sumatif Akhir Semester (SAS) Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan FKK MTs Kabupaten Banyumas. Rabu (16/09)

Kegiatan tersebut menghadirkan Suratmo, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, sebagai narasumber. Workshop menjadi ruang penguatan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi dan soal yang selaras dengan tujuan pembelajaran serta mampu memberikan gambaran capaian belajar murid secara lebih terukur.

MTs Negeri 3 Banyumas turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Empat guru mata pelajaran mendapatkan tugas sekaligus matrik penyusunan soal sesuai bidang masing-masing, yaitu Ann Rosiana, untuk mata pelajaran Bahasa Arab kelas 9, Naely Rohmah, untuk Aqidah Akhlak kelas 8, Yeni Saras Yusrintia, untuk Seni Budaya kelas 7, serta Kharisma Wulansuci, untuk Bahasa Indonesia kelas 7.

Keikutsertaan empat guru tersebut didampingi langsung oleh Waka Kurikulum MTs Negeri 3 Banyumas, Laely Mahmudah, yang sekaligus menjalankan peran sebagai Ketua KK MTs Kabupaten Banyumas.

Dalam workshop, peserta tidak hanya diarahkan pada aspek teknis penulisan soal, tetapi juga diajak memahami pentingnya keterkaitan antara kompetensi yang hendak diukur, materi, indikator, bentuk soal, hingga kualitas instrumen asesmen. Dengan demikian, soal yang disusun diharapkan tidak sekadar menjadi alat evaluasi, tetapi benar-benar mampu memotret proses dan capaian belajar murid.

Bagi madrasah, penyusunan asesmen merupakan bagian penting dari siklus pembelajaran. Ketika guru mampu merancang instrumen yang baik, hasil asesmen dapat menjadi informasi berharga untuk melihat ketercapaian pembelajaran sekaligus menjadi bahan refleksi dalam menentukan langkah pembelajaran berikutnya.

Keikutsertaan MTs Negeri 3 Banyumas dalam workshop ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus memperkuat budaya mutu di lingkungan madrasah. Empat guru, empat mata pelajaran, dan satu semangat yang sama: menghadirkan asesmen yang lebih terarah, bermakna, dan mampu merekam capaian belajar murid secara lebih utuh.

Sebab, mutu pembelajaran juga tercermin dari bagaimana madrasah menyiapkan asesmennya. Dari sebuah kisi-kisi yang disusun dengan cermat, lahir soal yang terarah; dari soal yang terarah, lahir data capaian belajar; dan dari data itulah guru dapat terus memperbaiki pembelajaran untuk mengantarkan murid tumbuh dan berkembang secara optimal.

HumasMTsN3