Kajian Rutin Rabu Pagi Kitab Al-Hikam, Penyuluh KUA Wangon Bahas Tema Jangan Andalkan Amal
Oleh KUA Wangon
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan kajian rutin Rabu pagi dengan mengkaji kitab Al-Hikam. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan para pegawai sebelum memulai aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Rabu (26/08)
Pada kajian kali ini, tema yang dibahas adalah “Jangan Andalkan Amal”. Materi tersebut mengingatkan bahwa seorang muslim tidak semestinya merasa aman hanya karena banyaknya amal yang telah dilakukan, melainkan tetap menggantungkan harapan kepada rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan bahwa amal ibadah merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah, tetapi bukan alasan untuk merasa paling baik atau memastikan keselamatan diri. “Jangan sampai kita mengandalkan amal yang kita lakukan, karena amal kita masih penuh kekurangan. Yang harus kita andalkan adalah rahmat dan kasih sayang Allah SWT,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Murti mengatakan bahwa kajian Al-Hikam memberikan banyak pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari. “Kita tetap harus beramal dengan sungguh-sungguh, tetapi hati jangan bergantung kepada amal. Semuanya kembali kepada Allah, karena hanya dengan rahmat-Nya kita mendapatkan pertolongan dan keberkahan,” tuturnya.
Melalui kajian rutin ini, para pegawai KUA Wangon diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah. Kajian juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat bekerja, serta menjadikan setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari amal ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.(srf)
