Keagungan Kalimat Tahlil dan Tahmid

Oleh KUA Lumbir
SHARE

Banyumas — Majelis Taklim Al-Baid yang dipimpin Ibu Tuminem di Desa Kedunggede tampak lebih ramai dari biasanya. Para jamaah, yang didominasi ibu-ibu dan remaja putri, hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti pembinaan keagamaan yang kali ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lumbir, Rizki Nur Azizah,  sebagai pemateri. Jumat (12/12)

Dalam kesempatan tersebut, Rizki membawakan tema yang sarat makna, yaitu “Keagungan Kalimat Tahlil dan Tahmid.” Dengan penyampaian yang lembut namun penuh ketegasan, ia mengajak jamaah untuk kembali merenungkan betapa besar keutamaan kedua kalimat tersebut dalam kehidupan seorang muslim.

“Tahlil dan tahmid bukan sekadar ucapan di bibir. Kalimat-kalimat ini membawa ketenangan, mengundang rahmat, serta menjadi bentuk penghambaan yang paling mulia kepada Allah,” ungkap Rizki saat mengawali ceramahnya.

Ia menjelaskan bahwa tahlil, yakni ucapan Laa ilaaha illallah, adalah inti dari tauhid dan pengakuan tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Sementara tahmid, Alhamdulillah, merupakan ekspresi syukur yang mengajarkan muslim untuk selalu melihat nikmat Allah dalam setiap keadaan.

Rizki juga memaparkan bahwa menghidupkan tahlil dan tahmid dalam keseharian dapat memperkuat iman, menenangkan hati, serta menjauhkan seseorang dari sifat keluh kesah. Ia mendorong jamaah agar membiasakan dua kalimat ini dalam segala aktivitas—baik saat bangun tidur, bekerja, hingga menjelang tidur kembali.

“Kalimat tahlil menguatkan keyakinan kita, dan tahmid menguatkan rasa syukur kita. Dua amalan ringan ini dapat menjadi penyelamat di hari akhir, jika dihidupkan dengan hati yang ikhlas,” tambahnya.

Para jamaah terlihat sangat antusias. Beberapa di antaranya tampak mencatat poin penting yang disampaikan, sementara yang lain mengangguk-angguk tanda memahami pesan yang dibawakan. Ibu Tuminem, selaku pimpinan majelis taklim, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Rizki yang dianggap memberikan pencerahan luar biasa kepada jamaahnya.

“Materinya mudah dipahami dan sangat menyentuh. Semoga jamaah semakin rajin berdzikir dan lebih mengenal keutamaan tahlil serta tahmid,” ujarnya dengan senyum bangga.

Kegiatan majelis ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama, diikuti dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Lumbir dalam majelis taklim ini kembali memperlihatkan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan spiritual di tingkat desa.

Melalui kajian seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Kedunggede semakin terdorong untuk menghidupkan dzikir-dzikir utama dalam keseharian, sehingga tercipta lingkungan yang religius, tenang, dan penuh keberkahan.