KUA Kembali Layani Observasi Siswi SMK Negeri 3 Purwokerto
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas — Sejumlah siswi SMK Negeri 3 Purwokerto melaksanakan kegiatan observasi dan wawancara terkait pelayanan keagamaan kepada masyarakat di KUA Purwokerto Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Assessment Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026 yang bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai pelayanan publik di bidang keagamaan. Jumat (29/05)
Dalam kegiatan tersebut, para siswi memperoleh penjelasan secara langsung dari Penghulu KUA Purwokerto Barat, Ibnu Musyaddid, mengenai berbagai bentuk pelayanan keagamaan yang diberikan KUA kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pelayanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga, penerbitan dokumen pernikahan, hingga tugas dan fungsi KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Hal ini sejalan dengan pemaparan yang sebelumnya juga diberikan kepada para pelajar dalam kegiatan observasi serupa di KUA Purwokerto Barat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswi tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar prosedur pelayanan pernikahan, persyaratan administrasi, peran penghulu, serta berbagai layanan keagamaan lainnya yang tersedia di KUA. Melalui sesi wawancara tersebut, peserta dapat memperoleh gambaran nyata mengenai mekanisme pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Ibnu Musyaddid menyampaikan bahwa kegiatan observasi seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung dari instansi pelayanan publik. Menurutnya, pemahaman mengenai pelayanan keagamaan perlu dikenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki wawasan yang baik tentang administrasi keagamaan dan fungsi KUA dalam kehidupan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan observasi dan wawancara ini, diharapkan para siswi dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual serta mampu menyusun laporan ASAT dengan baik berdasarkan data dan informasi yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga pelayanan masyarakat dalam mendukung peningkatan literasi publik di bidang keagamaan. (is)
