Lima Level Hasil AKMI dan ANBK

Oleh Seksi Penma
SHARE

PURWOKERTO - Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah jenjang MI, MTs dan MA sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Pada tahun 2021 ini AKMI baru dilaksanakan pada jenjang MI yang diikuti oleh seluruh murid kelas 5. AKMI diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan masuk dalam Proyek Madrasah Reform 2020-2024 pada komponen kedua.

Sedangkan ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Melansir laman resmi Kemdikbud, mutu satuan pendidikan akan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter), kualitas proses belajar-mengajar, dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Namun, tidak semua murid di sekolah akan mengikuti program ANBK dikarenakan masih dalam keadaan pandemi yang mengharuskan untuk menghindari kerumunan. Responden murid akan dipilih secara acak dengan jumlah maksimal 30 murid SD/MI, 45 murid SMP/MTS, dan 45 murid SMA/SMK/MA.

Baik AKMI maupun ANBK akan menghasilkan level atau tingkat kemahiran murid. Dari tingkat kemahiran inilah, guru nantinya harus menetapkan metode pembelajaran dengan benar. Salah satu peserta Bimtek Tindak Lanjut AKMI Kabupaten Banyumas, Yufi Yuanditra mengungkapkan setidaknya ada lima tingkat kemahiran murid. Pertama, murid dengan level perlu intervensi. Pada level ini murid sangat memerlukan bimbingan guru. "Murid sudah mampu memahami, namun masih dalam tingkat kognitif yang rendah", katanya saat dihubungi redaksi Sibawor, Rabu (24/11).

"Yang kedua adalah level dasar, selevel lebih tinggi. Murid sudah mampu memahami dan membedakan dalam tingkat kognitif yang rendah. Ketiga, adalah level cakap. Murid pada level cakap sudah mampu memahami, membedakan dan menjelaskan dalam ranah kognitif yang sedang. Keempat, level terampil. Murid pada level terampil kognitifnya tinggi, murid sudah mampu mengembangkan sebagian topik, dan yang kelima murid dengan level perlu ruang kreasi. Kemampuan kognitifnya tinggi dan sudah bisa mengembangkan berbagai topik yang diberikan dari hal yang sederhana", terang guru kelas 5 MI Ma'arif Babakan yang akrab disapa Yufi.

Yufi juga menjelaskan, bahwa Bimtek Tindak Lanjut AKMI masih berjalan hingga 28 November mendatang secara daring. "Bimteknya selesai 28 November dan banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Metode pembelajaran yang mengutamakan literasi akan kami terapkan di madrasah. Mudah-mudahan dengan metode baru ini, dapat memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan levelnya", pungkas Yufi (akw)