Mahasiswa KKN UMP dan Penyuluh Masak Bareng Pemdes

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Ada pemandangan berbeda di kantor Pemerintah Desa (Pemdes) pagi ini. Suasana yang biasanya kaku dengan urusan administrasi, seketika berubah menjadi hangat dan penuh tawa. Dalam semangat Jumat Berkah, para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bergabung bersama Penyuluh Agama Islam dan perangkat desa untuk agenda yang tak biasa: masak bersama. Jumat (13/02)

Kegiatan ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan sebuah strategi diplomasi budaya untuk membangun kedekatan (bonding) antar elemen masyarakat.

Sambil memotong sayur dan meracik bumbu, obrolan mengalir santai. Mahasiswa KKN UMP nampak lincah berbaur dengan para Penyuluh Agama Islam yang memberikan bimbingan, tidak hanya soal agama, tapi juga tips memasak menu lokal yang lezat.

"Lewat dapur, sekat-sekat formalitas itu runtuh. Kami ingin mahasiswa merasa bahwa Pemdes dan tokoh agama adalah keluarga baru mereka di sini," ujar salah satu perwakilan Penyuluh Agama di sela-sela kegiatannya.

Poin Penting Kolaborasi Hari Ini:
Ajang Silaturahmi: Mempererat hubungan antara akademisi (mahasiswa), birokrasi desa (Pemdes), dan tokoh agama.

Semangat Jumat Berkah: Hasil masakan dinikmati bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan di hari yang mulia.

Transfer Pengetahuan: Mahasiswa belajar kearifan lokal, sementara warga desa mendapat suntikan semangat dari energi muda para mahasiswa UMP.

Kepala Desa setempat mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN UMP memberikan warna baru dalam dinamika sosial desa. Dengan kedekatan yang sudah terbangun di meja makan, diharapkan program-program kerja KKN ke depannya dapat berjalan lebih efektif karena sudah adanya rasa saling percaya.

Momen Jumat Berkah ini ditutup dengan makan bersama di atas hamparan daun pisang, simbol kesederhanaan dan persatuan yang kokoh di tingkat desa.