MALHIJATI sukses gelar PKKM Awal Tahun

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Hari ini menjadi momen bersejarah bagi Ngadli, Kepala MA Al Hidayah Purwojati (MALHIJATI), karena untuk pertama kalinya ia menghadapi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Kamis (11/12)

Dalam sambutan pembukaan, Ngadli menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kerja keras timnya yang telah mempersiapkan dokumen penilaian.
"Terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman guru yang sudah mempersiapkan semaksimal mungkin hingga lembur-lembur sampai sore demi suksesnya PKKM. Karena bagaimanapun juga PKKM seperti sebuah momok yang menegangkan dan menyeramkan. Wajah mereka sudah sampai terlihat kucel karena lembur, andai tidak terbantu dengan seragam baru yang agak cerah ini mungkin akan kelihatan sekali. Saya percaya Bu Siti Muflikhah selaku Pengawas Pembina adalah orang yang sangat bijaksana dan baik hati, bila kami ada kekurangan mohon dimaklumi dan bimbinglah kami agar kami bisa menjadi lebih baik lagi," ungkap Ngadli penuh haru.

Antusiasme juga datang dari Komite Madrasah, yang diwakili oleh Nasir, Kepala MTs Ma’arif NU 1 Purwojati.
"Saya sudah mengalami PKKM 6 kali, yang 4 kali dengan Pak Sunaryo, dan 2x dengan Bu Siti Muflikhah, jadi saya sudah bisa menganggap biasa saja. Saya merasakan perubahan sekali semenjak dengan pengawas Bu Siti Muflikhah, karena dalam sambutannya selalu berpantun, sehingga saya pun ketularan berpantun untuk mengimbangi. Tuku beras karo uyah, melu pengawas bu i'ah," pungkas Nasir yang disambut tawa hadirin.

Sementara itu, Kyai Aminudin dari KUA Purwojati yang mewakili Pengurus Yayasan Al Hidayah berpesan agar ketertiban administrasi terus ditingkatkan.
"PKKM wajib diikuti oleh kepala madrasah tetapi semua guru dan tendik terlibat. Menurut saya kalau administrasi sudah biasa kita laksanakan dengan tertib tidak akan terjadi lembur-lembur. Tapi memang waktunya yang terkadang sudah tidak ada. Nanti setelah PKKM ini, ke depannya bisa diupayakan," tuturnya.

Pengawas Pembina, Siti Muflikhah, dalam sambutan yang selalu diawali dengan pantun, menegaskan tujuan utama PKKM.
"PKKM dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Sehingga bila sebuah lembaga tidak mau mengikuti PKKM bisa-bisa pembelajaran menjadi kurang berkualitas, karena tidak mendapatkan informasi dan bimbingan dari pengawas. Mengenai teknis, kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit," tegas Siti Muflikhah. Ia menutup dengan pantun, "Baju lama terlihat kumal, Pakai saja baju batik, Persiapan sudah maksimal, Akan dapat hasil terbaik."

Proses penilaian berlangsung hingga Adzan Dzuhur. Usai salat berjamaah, pengawas memberikan refleksi, antara lain anjuran untuk memperbanyak prestasi siswa, guru, dan madrasah; membuat MoU dengan Dinas Arsip dan Perpusda; mendokumentasikan foto dengan caption yang baik; membentuk tim media; serta mewajibkan kepala madrasah memiliki laporan kinerja.

Dengan adanya PKKM ini, diharapkan administrasi MA Al Hidayah menjadi lebih tertib dan kualitas pendidikan semakin baik. (i'ah/adl)