Matangkan Persiapan Sakral, KUA Bekali Catin Kelancaran Lafal Ijab Kabul

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang – Ketegangan menjelang hari pernikahan sering kali membuat konsentrasi calon pengantin (catin) terpecah, terutama saat membayangkan momen krusial pengucapan ijab kabul. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang mengambil langkah proaktif dengan memberikan bimbingan khusus bagi para catin agar lebih fasih dan lancar dalam melafalkan kalimat akad nikah di hadapan wali dan saksi. Kamis (16/04)

Kegiatan bimbingan ini dilaksanakan langsung di lingkungan KUA Jatilawang sebagai bagian dari layanan pranikah yang komprehensif. Dalam sesi tersebut, Penyuluh Agama Islam bertindak sebagai mentor yang membimbing catin pria secara personal. Tidak hanya sekadar menghafal teks, para catin diajak untuk memahami makna filosofis dari janji suci yang akan mereka ucapkan, sehingga lafal yang keluar bukan sekadar kata-kata, melainkan komitmen yang tulus dari dalam hati.

Fokus utama dari pendampingan ini adalah melatih artikulasi dan ketenangan mental calon mempelai pria. Seringkali, akibat rasa gugup yang berlebihan, seorang catin harus mengulang ucapan ijab kabul berkali-kali karena tersedat atau salah ucap. Dengan adanya latihan intensif ini, diharapkan potensi kesalahan teknis saat hari pelaksanaan dapat diminimalisir sedini mungkin guna menjaga kesakralan prosesi tersebut.

Rais Rudiansyah Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang menjelaskan bahwa bimbingan ini merupakan bentuk pelayanan prima untuk memastikan setiap pernikahan berjalan sukses tanpa kendala komunikasi. "Kami ingin saat hari-H nanti, prosesi ijab kabul mengalir lancar dalam satu tarikan napas yang mantap. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri calon pengantin saat berhadapan dengan penghulu dan keluarga besar," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Selama sesi berlangsung, suasana tampak serius namun tetap santai agar catin tidak merasa tertekan. Penyuluh memberikan tips pernapasan dan teknik berbicara yang tenang agar suara yang dihasilkan terdengar tegas dan jelas. Para calon pengantin yang mengikuti bimbingan ini mengaku sangat terbantu karena mendapatkan gambaran nyata mengenai situasi yang akan mereka hadapi di meja akad nanti.

Melalui pendampingan yang intensif ini, KUA Jatilawang berharap setiap pasangan yang menikah tidak hanya siap secara administrasi dan materi, tetapi juga siap secara mental dan lisan. Kelancaran prosesi ijab kabul diharapkan menjadi awal yang baik bagi pasangan baru untuk melangkah menuju gerbang rumah tangga yang harmonis. Langkah ini menegaskan peran KUA dan Penyuluh Agama bukan hanya sebagai pencatat legalitas, tetapi juga sebagai pendamping spiritual bagi masyarakat.