Memacu Kemampuan Qurani Anak Melalui Bimluh di Masjid Al-Hidayah.
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Hidayah Desa Kemiri setiap harinya tepat setelah pelaksanaan salat duhur. Di bawah bimbingan Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh, Siti Nurkharisah Candrawati, anak-anak Majelis Taklim (MT) Al-Hidayah berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang berfokus pada pemberantasan buta aksara Al-Qur'an. Selasa (12/05)
Kegiatan bimbingan ini menggunakan metode sorogan, sebuah pendekatan tradisional yang sangat efektif karena bersifat individual. Dalam sistem ini, setiap santri maju satu per satu untuk menyetorkan bacaannya secara langsung di hadapan penyuluh. Hal ini memungkinkan Siti Nurkharisah untuk memberikan koreksi yang presisi sesuai dengan tingkatan kemampuan masing-masing anak, baik yang masih berada di level Iqro’ maupun yang sudah melangkah ke jenjang Al-Qur’an.
"Metode sorogan memungkinkan kami memantau perkembangan makharijul huruf dan tajwid anak secara mendalam. Setiap anak punya ritme belajar yang berbeda, dan di sinilah peran penyuluh untuk sabar menuntun mereka sesuai tingkatannya," ujar Siti Nurkharisah di sela-sela kegiatannya.
Pemilihan waktu ba’da duhur menjadi momentum yang strategis untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan positif sebelum mereka kembali beraktivitas di sore hari. Selain aspek kognitif dalam membaca Al-Qur'an, Bimluh ini juga disisipi dengan penanaman adab dan akhlakul karimah, sehingga masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter bagi tunas-tunas muda di Desa Kemiri.
Melalui konsistensi kegiatan ini, KUA Sumpiuh berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai rumah Allah sejak dini.
