HUT RI #81

Menanam Cahaya Al-Quran di Majelis Taklim Baitus Sehah

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Ada cahaya yang tidak pernah padam meski zaman terus berganti. Cahaya itu terpancar dari ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca dengan penuh keikhlasan, dihafalkan dengan kesabaran, dan diamalkan dalam setiap langkah kehidupan. Cahaya itulah yang kembali disemai oleh Dwi Astuti, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, saat mengisi bimbingan membaca Al-Qur'an dan hafalan surat-surat pendek di Majelis Taklim Baitus Sehah, Desa Gentawangi. Jumat (26/06)

Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual. Para jamaah mengikuti setiap materi dengan antusias, memperbaiki bacaan Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, sekaligus memperkuat hafalan surat-surat pendek yang menjadi bekal dalam ibadah sehari-hari.

Sebagai Penyuluh Agama, Dwi Astuti tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan pendampingan dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Setiap ayat dibaca bersama, setiap kesalahan diperbaiki dengan bijaksana, dan setiap kemajuan jamaah disambut dengan senyum yang menguatkan semangat untuk terus belajar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Jatilawang dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat melalui pembinaan yang berkesinambungan. Majelis taklim menjadi ruang belajar yang tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Di sela lantunan ayat-ayat suci, terselip doa-doa yang mengalir lirih dari hati para jamaah. Ada harapan agar setiap huruf yang dipelajari menjadi cahaya di dunia, penolong di alam kubur, dan pemberat timbangan amal di hari kemudian. Sebab, tidak ada usia yang terlambat untuk belajar mendekat kepada Kalamullah, selama hati masih terbuka menerima hidayah-Nya.

Bagi Dwi Astuti, mengajarkan Al-Qur'an bukan sekadar menyampaikan ilmu. Ia adalah amanah untuk menyalakan pelita di hati umat. Setiap huruf hijaiyah yang berhasil dilafalkan dengan benar, setiap surat pendek yang berhasil dihafalkan, merupakan langkah kecil yang kelak dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

Suasana Majelis Taklim Baitus Sehah pun dipenuhi kehangatan. Wajah-wajah yang datang dengan berbagai latar belakang larut dalam satu tujuan yang sama: belajar menjadi hamba yang lebih baik. Tidak ada perbedaan usia maupun status sosial. Yang ada hanyalah kerinduan untuk terus memperbaiki diri melalui ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Sesungguhnya, membangun masyarakat yang kuat tidak hanya dimulai dari kemajuan fisik, tetapi juga dari hati yang diterangi wahyu. Ketika Al-Qur'an dibaca dengan benar, dihafalkan dengan cinta, dan diamalkan dengan tulus, lahirlah pribadi-pribadi yang lembut akhlaknya, kokoh imannya, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Melalui bimbingan membaca Al-Qur'an dan hafalan surat-surat pendek di Majelis Taklim Baitus Sehah, Dwi Astuti kembali menunjukkan bahwa pengabdian seorang penyuluh agama adalah menghadirkan cahaya di tengah masyarakat. Sebab, setiap ayat yang diajarkan hari ini bukan sekadar menambah hafalan, melainkan menanamkan harapan, menguatkan iman, dan menyiapkan generasi yang kelak akan menjaga kemuliaan Al-Qur'an sepanjang zaman.