Menanti Hilal Penyuluh KUA Ikut Pantau Awal Ramadan 1447 H di Menara Teratai
Oleh KUA JATILAWANG
Purwokerto – Antusiasme menyambut bulan suci Ramadan mulai terasa di Kabupaten Banyumas. Penyuluh Agama dari KUA Jatilawang turut serta dalam agenda krusial pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dipusatkan di puncak Menara Pandang Teratai, Purwokerto. Kegiatan ini menjadi titik sentral penentuan secara visual untuk menetapkan jatuhnya tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah. Sealsa (17/02)
Acara yang diinisiasi oleh Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Banyumas ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Tampak hadir di lokasi, Bupati Banyumas bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta delegasi dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Kehadiran tim SAFAC (South Astro-Fellowship and Community) Banyumas juga menambah bobot teknis dalam pengamatan astronomis tersebut.
Keterlibatan Penyuluh Agama KUA Jatilawang dalam kegiatan ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan sebagai bentuk validasi lapangan bagi para aparatur di tingkat kecamatan. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat Jatilawang mengenai proses penetapan awal Ramadan, sehingga tidak terjadi kebingungan di tingkat akar rumput terkait perbedaan metode hisab dan rukyat.
Proses pengamatan dimulai sejak matahari terbenam dengan mengarahkan teleskop ke ufuk barat. Meski telah dipersiapkan dengan peralatan canggih dan perhitungan astronomis yang presisi, faktor alam menjadi tantangan utama di lapangan. Kondisi langit di atas Kota Purwokerto pada sore itu terpantau mendung, dengan gumpalan awan tebal yang menyelimuti area horizon tempat seharusnya hilal muncul.
"Kami terus berupaya melakukan pemantauan secara maksimal bersama tim ahli. Meskipun cuaca sore ini cukup menantang karena mendung tebal, semangat kebersamaan antarinstansi tetap terjaga demi memberikan kepastian ibadah bagi umat Muslim di Banyumas," ujar salah satu perwakilan panitia di sela-sela pengamatan. Ketegangan sempat menyelimuti puncak menara saat detik-detik terbenamnya matahari, di mana seluruh mata tertuju pada layar monitor yang terhubung ke teleskop.
Hingga batas waktu yang ditentukan, acara berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa kendala teknis yang berarti. Seluruh hasil pengamatan dari Menara Pandang ini kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat di tingkat pusat. Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut bulan Ramadan dengan penuh kesiapan, kedamaian, dan semangat ukhuwah Islamiyah.
