Menata Kembali Asa di KUA Somagede: Membangun Keluarga Tangguh di Pernikahan Kedua
Oleh KUA Somagede
Somagede – Suasana khidmat nan penuh harapan menyelimuti Aula Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede. Dua insan, Sri Yanik dan Umet Haryanto, tampak tekun menyimak arahan dari Penyuluh Agama Islam, Yasaroh. Selasa (12/05)
Pertemuan ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif. Bagi Sri dan Umet, warga Desa Klinting ini, bimbingan perkawinan kali ini memiliki makna yang sangat mendalam. Keduanya tengah bersiap melangkah ke jenjang pelaminan untuk yang kedua kalinya.
Pernikahan kedua seringkali membawa harapan sekaligus tantangan yang berbeda. Menyadari hal tersebut, Yasaroh, mengusung tema sentral yang sangat krusial: "Optimalisasi Fungsi Keluarga."
Dalam bimbingannya, Yasaroh menekankan bahwa kegagalan di masa lalu bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga untuk membangun pondasi yang lebih kokoh.
"Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua orang, tapi bagaimana menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan benar—mulai dari fungsi keagamaan, kasih sayang, hingga perlindungan—agar badai yang dulu pernah menerjang tidak terulang kembali," ujar Yasaroh dengan lembut namun tegas.
Pasangan Sri Yanik dan Umet Haryanto tampak antusias berdiskusi mengenai bagaimana menerapkan manajemen konflik dan komunikasi yang efektif. Beberapa poin utama yang ditekankan dalam bimbingan tersebut meliputi:
-
Fungsi Religius: Menjadikan agama sebagai kompas utama dalam mengambil keputusan rumah tangga.
-
Fungsi Afeksi: Saling memberikan dukungan emosional yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
-
Fungsi Sosialisasi: Bagaimana menyatukan keluarga besar dan anak-anak (jika ada) dari pernikahan sebelumnya agar tercipta harmonisasi.
Sri dan Umet mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan ini. Mereka berharap, dengan memahami fungsi keluarga secara mendalam, pernikahan kedua mereka ini akan menjadi ladang ibadah yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
"Kami ingin membangun rumah tangga yang lebih baik dari masa lalu. Kami belajar bahwa niat baik saja tidak cukup, harus dibarengi dengan ilmu tentang cara mengelola keluarga," ungkap pasangan tersebut.
Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan doa bersama, menandai awal langkah baru bagi kedua calon pengantin untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang lebih tangguh dan penuh berkah.
sumber berita ; Yasaroh,S.Pd.
Editor : Nuryati,S.H.
