Menembus Dinding Pembatas dengan Ayat Suci: Santri Warga Binaan Lapas Purwokerto Antusias Ikuti Tes Persiapan Khataman Al-Qur'an di Pandu Penyuluh.
Oleh KUA Sokaraja
**PURWOKERTO** — Semangat membara untuk memperdalam ilmu agama terpancar dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto. Pada Selasa (29/9/2026), puluhan santri Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) antusias mengikuti tes evaluasi dan uji persiapan Khotmil Qur'an serta Iqro yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Purwokerto.
Kegiatan pengujian ini dipimpin langsung oleh Suroso bersama tim Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Sokaraja. Uji kelayakan ini diselenggarakan sebagai langkah awal guna mengukur kelancaran dan kesiapan para santri warga binaan sebelum melangkah ke acara puncak perayaan Khotmil Qur'an dan Iqro mendatang.
Suroso menjelaskan bahwa tes persiapan ini dirancang untuk memastikan setiap peserta memenuhi standar makhraj, tajwid, serta kekuatan hafalan sesuai tingkatan masing-masing. Untuk memberikan penilaian yang komprehensif, pengujian terbagi ke dalam empat kategori utama:
* **Kategori Lulus Iqro:** Ditujukan bagi warga binaan yang telah berhasil menyelesaikan tahapan pembacaan dasar dan siap melangkah ke mushaf Al-Qur'an.
* **Kategori Al-Qur'an Bin-Nadzor:** Diperuntukkan bagi santri yang diuji kelancaran serta ketepatan tajwid dalam membaca mushaf Al-Qur'an secara langsung.
* **Kategori Hafal 1 Juz:** Menguji hafalan santri yang telah menuntaskan hafalan 1 juz Al-Qur'an secara mutqin.
* **Kategori Hafal Lebih dari 1 Juz:** Kategori tingkat lanjut bagi warga binaan yang memiliki capaian hafalan lebih dari satu juz.
Atmosfer khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti Masjid At-Taubah selama proses pengujian berlangsung. Meski sedang menjalani masa pembinaan, para santri WBP menunjukkan kesungguhan luar biasa saat melantunkan ayat-ayat suci di hadapan para penyuluh.
"Antusiasme para santri warga binaan hari ini sangat membanggakan. Keterbatasan tempat dan ruang gerak tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, hingga menghafal Al-Qur'an. Melalui pembinaan kerohanian ini, kami berharap para warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto dapat membentuk karakter yang berakhlakul karimah dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keimanan yang kokoh," ujar Suroso.
Dengan sukses dan lancarnya gelaran tes persiapan ini, para santri warga binaan kini siap menyambut momen puncak Khotmil Qur'an dan Iqro dengan rasa percaya diri serta penuh rasa syukur.
