Meniti Kalam Ilahi: Transformasi Karakter Santri Melalui Metode Sorogan di Mushola Kedung Santen

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Suasana syahdu menyelimuti Mushola Kedung Santen, Selandaka, setiap kali sang surya terbenam di ufuk barat. Pasca menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah, riuh rendah suara anak-anak dari Majelis Taklim (MT) An Najah mulai terdengar, menandai dimulainya kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Agama Islam yang rutin dilaksanakan. Selasa (12/05)

Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, hadir langsung untuk membimbing para santri dengan pendekatan yang personal dan mendalam. Dalam kegiatan ini, beliau menerapkan metode sorogan, sebuah sistem klasikal yang terbukti efektif dalam menjaga kualitas bacaan setiap individu.

Melalui metode sorogan ini, setiap anak mendapatkan kesempatan untuk berhadapan langsung dengan penyuluh. Hal ini memungkinkan bimbingan yang sangat spesifik, di mana materi disesuaikan dengan tingkatan kemampuan masing-masing santri, mulai dari pemula yang masih berjuang di tingkatan Iqro’ hingga mereka yang sudah lancar mendaras Al-Qur’an.

Keunggulan dari Bimluh ini terletak pada ketelitiannya. Sambil menyimak bacaan santri, Laeli Najihah menyelipkan bimbingan ilmu tajwid secara praktis (on-the-spot).

  • Koreksi Makhraj: Memastikan huruf keluar dari tempat yang benar.

  • Penerapan Hukum Bacaan: Santri langsung diajarkan hukum nun sukun, mad, hingga waqaf sesuai dengan ayat yang sedang mereka baca.

  • Internalisasi Adab: Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan adab saat berinteraksi dengan kitab suci.

Kegiatan yang berlangsung setiap ba’da Maghrib ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah upaya nyata dalam mencetak generasi Qurani di Desa Selandaka. Dengan suasana Mushola Kedung Santen yang tenang, proses transfer ilmu agama menjadi lebih maksimal, membentuk fondasi spiritual yang kuat bagi anak-anak MT An Najah sebelum mereka tumbuh dewasa.

Melalui dedikasi penyuluh dan semangat para santri, syiar Islam di wilayah Sumpiuh terus bersinar, dimulai dari langkah kecil: membetulkan satu demi satu baris ayat di bawah temaram lampu mushola.