Merajut Cinta dengan Ilmu dan Doa
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam satu ikatan suci, tetapi juga menyatukan dua keluarga, dua perjalanan hidup, serta dua hati yang berjanji untuk saling menjaga hingga akhir usia. Berangkat dari semangat itulah, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, Rais Rudiansyah, memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada pasangan calon pengantin Ihsan Alfais dan Fista Weka Santi, warga Desa Karanglewas. Selasa (07/07)
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mengangkat tema "Membentuk Keluarga yang Harmonis", sebuah bekal penting bagi calon pasangan sebelum melangkah menuju gerbang kehidupan rumah tangga.
Dalam penyampaiannya, Rais Rudiansyah menjelaskan bahwa keharmonisan keluarga tidak lahir secara instan setelah akad nikah terucap. Harmoni dibangun melalui kesabaran, komunikasi yang baik, saling menghormati, saling memaafkan, serta kesediaan untuk tumbuh bersama dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan.
"Rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah tangga yang tanpa ujian, melainkan rumah tangga yang mampu menjadikan setiap ujian sebagai jalan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT dan semakin menguatkan ikatan cinta di antara suami dan istri," tuturnya.
Selama bimbingan berlangsung, Ihsan Alfais dan Fista Weka Santi mengikuti setiap materi dengan penuh perhatian. Mereka diajak memahami hak dan kewajiban suami istri, pentingnya membangun komunikasi yang sehat, mengelola perbedaan dengan bijaksana, menjaga keharmonisan ekonomi keluarga, hingga menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama kehidupan berumah tangga.
Lebih dari sekadar penyampaian materi, Bimbingan Perkawinan menjadi ruang dialog yang mempertemukan ilmu dengan pengalaman, harapan dengan kenyataan, serta cinta dengan tanggung jawab. Setiap nasihat yang disampaikan bukan hanya menjadi bekal menghadapi hari pernikahan, tetapi juga menjadi cahaya yang diharapkan terus menerangi perjalanan panjang kehidupan mereka kelak.
Bagi KUA Jatilawang, Bimbingan Perkawinan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan keluarga-keluarga yang tangguh, harmonis, dan berketahanan. Sebab keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas, sementara keluarga yang dipenuhi kasih sayang akan menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera.
Di penghujung kegiatan, doa dipanjatkan agar setiap ilmu yang diterima menjadi bekal yang menguatkan langkah kedua calon mempelai. Semoga cinta yang kini tumbuh di hati mereka tidak hanya indah saat pesta pernikahan berlangsung, tetapi juga tetap mekar ketika usia menua, ketika ujian datang silih berganti, dan ketika waktu mengajarkan arti kesetiaan yang sesungguhnya.
Sebab akad nikah hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Yang akan menjaga keutuhan rumah tangga bukan kemewahan pesta, melainkan ketulusan hati, kelapangan dalam memaafkan, serta komitmen untuk saling menggenggam tangan dalam suka maupun duka. Dari ruang sederhana tempat Bimbingan Perkawinan dilaksanakan, tumbuh harapan besar agar lahir sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah—keluarga yang kelak menjadi tempat pulang paling teduh, tempat cinta selalu menemukan jalannya, dan tempat doa-doa terbaik terus bermekaran sepanjang hayat.
