Merajut Kembali Asa yang Pernah Layu: Kisah Dua Jiwa di Klinting Menjemput Lembaran Baru
Oleh KUA Somagede
Somagede – Cinta selalu punya cara sendiri untuk pulang, bahkan setelah melewati badai yang hebat. Prinsip inilah yang tampak jelas di Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemeriksaan berkas pendaftaran nikah sepasang kekasih yang siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Rabu (08/07)
Faiz Romadhon, selaku Penghulu Muda KUA Somagede, secara teliti memeriksa seluruh kelengkapan dokumen milik pasangan calon pengantin, Suratman dan Suryati. Keduanya merupakan warga asli Desa Klinting, Kecamatan Somagede, yang kini memilih untuk saling menambatkan hati.
Dari hasil verifikasi berkas yang dilakukan oleh Faiz Romadhon, terungkap sebuah kisah perjuangan hidup yang mendalam. Pernikahan ini bukanlah yang pertama bagi Suratman maupun Suryati. Keduanya merupakan sosok tangguh yang sama-sama pernah merasakan pahitnya kegagalan dalam membina rumah tangga di masa lalu.
Menariknya, perjalanan hidup mereka memiliki banyak kemiripan:
-
Sama-sama pernah gagal dalam pernikahan sebelumnya.
-
Sama-sama telah dikaruniai 2 orang anak dari masa lalu masing-masing.
Pertemuan dua hati ini seolah menjadi jawaban atas doa-doa mereka. Dengan total empat anak yang kini akan menyatu dalam satu atap, pasangan ini siap membangun sebuah keluarga besar yang sarat akan pengalaman hidup dan kedewasaan. Kegagalan masa lalu tidak membuat mereka trauma, melainkan menjadi cermin untuk melangkah lebih bijak.
Jika tidak ada aral melintang, momen sakral akad nikah Suratman dan Suryati dijadwalkan akan digelar pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Di sela-sela pemeriksaan berkas, proses pelayanan di KUA Somagede berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, memberikan rasa nyaman bagi calon pengantin yang sedang mempersiapkan hari besar mereka.
Mari kita doakan bersama agar seluruh prosesi menuju hari bahagia Suratman dan Suryati diberikan kelancaran tanpa hambatan, serta pernikahan yang akan dibangun kelak menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Selamat menyongsong lembaran baru! (Nuryati)
