MTs WI Kebarongan Gunakan Video Kisah Nabi untuk Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Suasana Laboratorium Komputer MTs WI Kebarongan pada hari ini tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa kelas 8E terlihat antusias menyimak tayangan video kisah keteladanan para Nabi dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak. Kegiatan ini merupakan inovasi pembelajaran berbasis digital yang dipandu oleh Ustadzah Ni’matul Musrifah. Kamis (13/11)

Tujuan kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi dengan cara yang menarik dan interaktif. Melalui video edukatif, para santri diajak mengenal lebih dalam kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman, dua sosok teladan yang dikenal karena keadilan, kebijaksanaan, dan keteguhan iman mereka kepada Allah SWT.

Setelah menonton tayangan, santri dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi dan mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil diskusi ini kemudian disampaikan dengan semangat di depan kelas.
"Saya jadi tahu kalau Nabi Dawud itu sangat adil dalam memutuskan perkara, dan Nabi Sulaiman itu bijaksana serta rendah hati meskipun punya kerajaan besar," ujar Tania, salah satu santri kelas 8E, menunjukkan pemahaman mendalam yang ia peroleh.

Guru Akidah Akhlak, Ustadzah Ni’matul Musrifah, menjelaskan bahwa penggunaan media digital sangat efektif dalam konteks pendidikan saat ini.
"Anak-anak sekarang lebih mudah menyerap materi lewat tayangan visual. Dengan cara ini, mereka tidak hanya mendengar, tapi juga merasakan dan meneladani sikap para Nabi dengan lebih kontekstual," jelas Ustadzah Ni’matul Musrifah.

Kepala MTs WI Kebarongan, Ustadz Sunaryo, menyambut baik inovasi ini dan berharap metode serupa dapat diterapkan di mata pelajaran lain. "Pembelajaran di laboratorium seperti ini tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter islami yang kuat," tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan refleksi singkat, di mana para santri menuliskan sifat Nabi yang ingin mereka teladani dan bagaimana cara menerapkannya dalam keseharian. Diharapkan, santri MTs WI Kebarongan semakin termotivasi untuk mengamalkan akhlak mulia para Nabi, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.