Mudahkan Hafalan Santri Cilik, Guru KB Bina Insan Cendekia Somagede Perdalam Teknik Waqfu wal Ibtida
Oleh KUA Somagede
Somagede – Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak usia dini (PAUD) memiliki tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi ayat-ayat yang panjang seperti dalam QS. Al-Bayyinah. Memahami kesulitan tersebut, para pendidik di KB Bina Insan Cendekia (BIC) melakukan langkah proaktif dengan mempertajam kualitas bacaan mereka melalui bimbingan khusus. Selasa (21/04)
Hadir sebagai narasumber, Yasaroh, Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede, memberikan bimbingan penyuluhan (Bimluh) yang berfokus pada materi Waqfu wal Ibtida’, yakni seni berhenti dan memulai kembali bacaan Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid.
Dalam sesi tersebut, Yasaroh menjelaskan bahwa kunci agar anak-anak tidak "kehabisan napas" atau bingung saat menghafal ayat panjang adalah ketepatan guru dalam memberikan contoh di mana harus berhenti.
"QS. Al-Bayyinah memiliki rangkaian ayat yang cukup panjang bagi lisan anak PAUD. Dengan teknik Waqfu wal Ibtida’ yang benar, guru bisa memutus ayat di titik yang tepat dan memulainya kembali tanpa merubah makna sedikitpun," ujar Yasaroh di sela-sela bimbingan.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pelatihan untuk para Bunda Pengajar KB BIC kali ini antara lain:
-
Simplifikasi Pembelajaran: Membagi ayat panjang menjadi potongan kecil yang lebih mudah diingat oleh memori anak.
-
Kaidah Tajwid yang Terjaga: Memastikan transisi saat berhenti (Waqaf) dan memulai kembali (Ibtida’) tetap sesuai dengan hukum bacaan.
-
Efektivitas Menghafal: Siswa tidak merasa terbebani dengan panjangnya ayat, sehingga proses Tahfidz menjadi lebih menyenangkan dan cepat.
Melalui bimbingan ini, para guru di KB BIC kini merasa lebih percaya diri dalam membimbing siswa-siswinya. Diharapkan, dengan metode pemenggalan ayat yang tepat, para santri cilik dapat lebih mudah menyerap hafalan dan mencintai interaksi mereka dengan Al-Qur'an sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara KUA Somagede dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam mencetak generasi yang fasih dan tartil dalam membaca Kitab Suci.
Sumber Berita Yasaroh, S.Pd.
Editor Nuryati,S.H.
