Pengawas Madrasah Berkunjung ke Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari Jatilawang

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Pengawas Madrasah, Siti Muflikhah, melakukan kunjungan ke Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari Jatilawang. Kunjungan ini dilakukan usai melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ASAS Ganjil di MTs Maarif NU 1 Jatilawang bersama Waka Kurikulum Syukron Ma'muri dan salah satu guru IPA,  Nurlaeli. Jumat (05/12)

Siti Muflikhah terkesan dengan informasi tentang launching Perpustakaan dan Rumah Sastra ini beberapa waktu lalu, sehingga ia memutuskan untuk berkunjung ke tempat tersebut. Kedatangan Siti Muflikhah disambut baik oleh Ahmad Tohari sendiri, yang awalnya berencana pergi ke Wangon namun membatalkan rencana tersebut setelah melihat mobilnya terparkir di depan perpustakaan.

Selama kunjungan, Siti Muflikhah, menanyakan tentang asal usul berdirinya Perpustakaan dan Rumah Sastra ini. Ahmad Tohari menjelaskan bahwa dirinya hanya menjadi tokoh yang terkait dengan nama perpustakaan ini, sedangkan pembangunan perpustakaan ini sebenarnya dilakukan oleh Dinas Kementerian Kebudayaan, terutama dalam bidang literasi dan sastra. "Saya hanya ketempatan saja, ini yang membangun dari Dinas Kementerian Kebudayaan terutama sarana dan prasarana kebudayaan bidang literasi dan sastra. Ini dibangun untuk meningkatkan literasi masyarakat Banyumas khususnya untuk daerah Jatilawang dan sekitarnya, dan mengapa di sini, di tempat saya? Karena saya ikon Budayawan Banyumas" jelas Ahmad Tohari.

Siti Muflikhah juga menunjukkan minatnya pada karya-karya Ahmad Tohari dengan mengambil sebuah buku yang sangat terkenal, yaitu "Ronggeng Dukuh Paruk". Ia kemudian menanyakan tentang judul buku tersebut. Ahmad Tohari menjelaskan bahwa judul "Ronggeng" diambil dari ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa Milik Allohlah semua yang ada di langit dan di bumi. "Ronggeng itu termasuk milik Alloh. Jadi saya membahas salah satu ciptaan Alloh," tuturnya.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Siti Muflikhah untuk lebih mengenal karya-karya Ahmad Tohari dan memahami visi dan misi pembangunan Perpustakaan dan Rumah Sastra ini. Semoga kunjungan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi dan mencintai sastra. (i'ah)