PENGHUNI PANTI JOMPO DI BIMBING PENYULUH AGAMA
Oleh penyuluh
Banyumas - PPSLU(Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia) Sudagaran, hari ini Senin 29 Maret 2021 kedatangan tamu yaitu Bapak Faidus Sa’ad, S. Ag. M. S.I., selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional, Siti Khabibah, S. Pd. I., dan Suratmo selaku Penyuluh Agama Islam Honorer dari KUA (Kantor Urusan Agama) Kec. Banyumas.
Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Banyumas dalam hal bimbingan rohani kepada mbah kakung dan mbah putri selaku Penerima Manfaat (PM). Sebelum pandemi, kegiatan bimbingan rohani seminggu dua kali tatap muka, hari selasa dan kamis pada pukul 11.00 WIB diteruskan sholat duhur berjamaah. Pada hari Selasa jadwal mengaji iqro dan kamis jadwal siraman rohani.
Menurut Ketua PPSLU Sudagaran Bapak Dwi Sucipto, SST. MM., “kami sangat butuh sekali kerjasama dengan pihak KUA Kec. Banyumas dalam membimbing rohani mbah kakung dan mbah putri, karena usia-usia beliau sudah saatnya fokus untuk ibadah, kebanyakan para usia lanjut yang berada disini berasal dari status sosial yang berbeda-beda sehingga memang masih minim dengan agama, bahkan ada yang memang belajar agama dari nol” harapan kami dengan adanya bimbingan kerohanian dari pihak KUA, dalam hal ini Penyuluh agama yang bergerak dapat merubah jalan pikiran dan jalan hidup mbah kakung dan mbah putri di sisa hidup beliau.
ketika ditanya oleh Pak Dwi tentang program apa yang nantinya akan dijalankan kedepannya oleh Pak Edo bersama teman2, beliau menjawab ”untuk program yang sudah baik maka akan diteruskan tetap berjalan, mungkin nanti akan ditambah beberapa program yang lebih fokus dengan apa yang mereka butuhkan saat ini, misalnya terkait ibadah sehari2 bacaan sholat dan hafalan doa2 pendek. Jika sebelumnya dalam belajar huruf hijaiyyah menggunakan iqro’, mungkin besok kita akan mencari metode yang lebih pas untuk lanjut usia”
PPSLU Sudagaran, awalnya merupakan Panti Asuhan Anak Budhi Sakti yang dihuni oleh anak-anak yatim piatu dan terlantar, tapi semakin kesini semakin menajmurnya panti asuhan anak, dan melihat fenomena di masyarakat bahwa semakin banyaknya lanjut usia yang terlantar maka panti asuhan Budhi sakti dialih fungsikan menjadi panti Jompo.
Mbah-mbah ketika diberi bimbingan kerohanian sangat antusias dalam megikuti kajian. Menurut salah satu penghuni panti jompo mbah Lepot asli Wonosobo “nyong seneng banget nek ngaji nang mushola, atiku dadi bungah, keton padang, biasane pak amin sing ngisi pengajian”(saya senang sekali mengaji di mushola, hatiku jadi bahagia terlihat terang, biasanya pak Amin yang mengisi pengajian).
Satu tahun telah berlalu sejak pandemi covid-19, PPSLU Sudagaran menghentikan semua kegiatan yang mengundang kerumunan dan mendatangkan orang dari luar untuk bimbingan ataupun sejenisnya, karena penghubi panti jompo ini berusia minimal 60 tahun sehingga rentan terpapar virus corona. Diawal tahun 2021 Penerima Manfaat(PM) atau penghuni panti ada yang meninggal dunia karena terpapar virus corona, setelah di swab ternyata ada 22 orang baik mbah kakung ataupun mbah putri yang ikut tertular virus corona ini, alhamdulillah sekarang sudah sehat semua. Pada bulan ini mbah kakung dan mbah putri sudah di vaksin 2x sehingga dari pihak PPSLU sendiri berani mengadakan kegiatan rutin mengaji seperti dulu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Diakhir obrolan hari ini, kami diajak untuk berkeliling melihat kondisi mbah-mbah yang ada di panti jompo. Tidak terasa selain air mata, hati juga ikut menangis. Seharusnya mereka di masa tua berkumpul dengan anak cucunya, malah harus tinggal di panti jompo. Meski di panti tidak kekurangan makanan ataupun sandang pangan, tetapi mereka butuh belaian kasih sayang dari kita semua. Do’a kami untuk mbah kakung mbah putri, semoga tetap sehat selalu dan istiqomah belajar ilmu agama untuk bekal nanti di akherat. Robbana atina fiddun yaa khasanah, wafil akhiroti khasanah, waqina ‘adza bannar. aamiin. (Lubab Habib).
