Peningkatan Kompetensi Sains Melalui Praktikum Indikator Asam Basa Kelas XI

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Siswa kelas XI melaksanakan kegiatan praktikum kimia materi indikator asam basa sebagai upaya meningkatkan kompetensi sains dan pemahaman konsep secara langsung di laboratorium pada hari Kamis. Kegiatan ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian pembelajaran teori asam basa selesai disampaikan di kelas. Kamis (12/02/2026). 

Praktikum tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengidentifikasi sifat asam dan basa melalui pengamatan nyata. Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias melakukan percobaan, mencatat hasil pengamatan, serta mendiskusikan temuan bersama kelompoknya.

Dalam pelaksanaannya, siswa menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, yaitu cuka, air sabun, air jeruk, dan larutan soda kue sebagai sampel uji. Sementara itu, indikator yang digunakan berasal dari bahan alami, yakni kunyit dan bunga telang. Melalui percobaan tersebut, siswa dapat mengamati secara langsung perubahan warna indikator untuk menentukan sifat asam maupun basa dari masing-masing larutan.

Guru Kimia, Azizah Miftakhul Rohmah, menyampaikan bahwa praktikum merupakan bagian penting dalam pembelajaran sains. “Melalui kegiatan praktikum, siswa dapat membuktikan teori yang telah dipelajari sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam dan tidak sekadar menghafal konsep,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga melatih keterampilan proses sains, seperti mengamati, menganalisis data, dan menarik kesimpulan secara sistematis. Selain itu, penggunaan indikator alami juga bertujuan mengenalkan kepada siswa bahwa bahan di sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kimia yang sederhana namun bermakna.

Kepala Madrasah MA Al Falah Jatilawang, H. Amir Mahmud, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Praktikum merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya dalam bidang sains. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan praktikum juga dirancang dengan pendekatan kerja kelompok sehingga siswa dapat belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta saling bertukar pendapat dalam menyelesaikan tugas percobaan. Suasana laboratorium terlihat aktif dengan diskusi dan presentasi hasil pengamatan dari masing-masing kelompok.

Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan praktikum ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketelitian siswa dalam melakukan pengamatan ilmiah. Setiap kelompok diminta menuliskan hasil perubahan warna indikator secara sistematis, kemudian membandingkannya dengan teori yang telah dipelajari sebelumnya di kelas.

Di akhir kegiatan, siswa bersama guru melakukan refleksi dan penarikan kesimpulan mengenai sifat asam dan basa dari bahan yang diuji. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembelajaran kimia menjadi lebih bermakna, menarik, serta mampu menumbuhkan minat siswa terhadap sains melalui pengalaman belajar yang nyata dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, madrasah berharap pembelajaran berbasis praktik dapat terus dikembangkan guna meningkatkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, sehingga siswa semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di jenjang berikutnya.