Penyuluh KUA Gumelar Gelar Penyuluhan Keutamaan Dzikir di MT Nurul Iman Cihonje

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat. Kali ini, langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan yang menyasar jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Iman di Desa Cihonje. Kamis (16/04)

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini memfokuskan pembahasan pada tema "Keutamaan Dzikir". Dalam penyampaiannya, tim penyuluh menekankan bahwa dzikir bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sarana utama bagi seorang hamba untuk melakukan taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu poin krusial yang dibedah dalam penyuluhan ini adalah manfaat spiritual dan psikologis dari berdzikir. Mengutip pesan utama dalam kegiatan tersebut, dzikir diyakini mampu memberikan ketenangan hati (tuma'ninah) yang luar biasa di tengah hiruk-pikuk kehidupan duniawi.

"Dzikir adalah pelindung diri. Selain mendekatkan kita pada Sang Pencipta, merutinkan dzikir akan menjadi benteng dari berbagai gangguan negatif dan memberikan stabilitas emosional bagi pelakunya," ujar perwakilan penyuluh di hadapan jamaah.

Tak hanya membahas manfaat, penyuluhan ini juga membekali jamaah dengan pemahaman teknis mengenai:

  • Jenis dan Adab Berdzikir: Mempelajari bacaan utama seperti tasbih, tahmid, dan tahlil, serta bagaimana cara mengamalkannya dengan penuh penghayatan (khusyuk).

  • Landasan Dalil: Menelaah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits shahih yang menjadi fondasi mengapa dzikir harus dijadikan rutinitas harian, bukan sekadar pelengkap ibadah.

Kegiatan di Desa Cihonje ini merupakan bagian dari agenda rutin Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar dalam mendampingi majelis-majelis taklim di wilayahnya. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami aspek syariat secara tekstual, tetapi juga mampu merasakan kedalaman spiritual yang berdampak pada perilaku sehari-hari.

Pihak MT Nurul Iman menyambut positif kehadiran penyuluh ini. Diskusi interaktif yang dibuka setelah materi memberikan ruang bagi para jamaah untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai implementasi dzikir dalam kehidupan sehari-hari.