Penyuluh KUA Ikuti Pengajian Kitab Perahu Penyelamat
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh – Dalam upaya memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus meningkatkan kompetensi spiritual, Laeli Najihah, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh, aktif mengikuti kegiatan Pengajian Reboan. Kegiatan ini rutin diselenggarakan di Gedung Muslimat PAC Sumpiuh sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana upgrading diri bagi para penggerak keagamaan di wilayah tersebut. Rabu (22/04)
Fokus kajian dalam pengajian kali ini adalah kitab "Perahu Penyelamat", sebuah karya literatur Islam yang disusun oleh K.H. Nurul Huda. Pemilihan kitab ini dinilai sangat relevan karena menyajikan panduan praktis dan teologis bagi umat dalam mengarungi dinamika kehidupan modern dengan tetap berpegang teguh pada syariat.
Menariknya, K.H. Nurul Huda hadir secara langsung sebagai pemateri. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Sumpiuh sekaligus tokoh ulama yang dihormati di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Bagi Laeli Najihah, mengikuti pengajian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari tanggung jawab profesi. Sebagai ujung tombak Kementerian Agama di masyarakat, seorang penyuluh dituntut untuk selalu memperbarui khazanah keilmuannya.
"Seorang penyuluh harus terus mengisi 'cangkir' ilmunya agar bisa terus berbagi kepada masyarakat. Melalui bimbingan langsung dari K.H. Nurul Huda, kami berharap dapat membawa perspektif yang lebih dalam dan menyejukkan saat menjalankan tugas penyuluhan nanti," ujar Laeli di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara KUA, tokoh ulama, dan organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU dapat terus terjaga. Pembekalan materi dari kitab "Perahu Penyelamat" ini diproyeksikan menjadi modal berharga bagi penyuluh dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan solutif bagi masyarakat Sumpiuh.
