Penyuluh KUA Jatilawang Dukung Program Pembangunan Berbasis Keluarga
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Membangun masyarakat yang maju tidak pernah lahir dari langkah yang berjalan sendiri. Ia tumbuh dari kebersamaan, saling mendengar, saling menguatkan, dan menyatukan ikhtiar demi menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Semangat kolaborasi itulah yang terasa dalam Rapat Koordinasi Tim Penggerak (TP) PKK Desa se-Kecamatan Jatilawang yang diselenggarakan di Desa Margasana dan diikuti oleh Dwi Astuti, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang. Jumat (26/06)
Rapat koordinasi tersebut menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antarlembaga dan para penggerak masyarakat dalam menyusun langkah bersama guna meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Sebagai Penyuluh Agama, kehadiran Dwi Astuti merupakan wujud komitmen KUA Jatilawang dalam mendukung program-program pembangunan berbasis keluarga. Nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian dari tugas penyuluhan diharapkan dapat berjalan seiring dengan berbagai program TP PKK, sehingga tercipta masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara lahiriah, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Suasana rapat berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Berbagai gagasan, pengalaman, dan masukan disampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kemajuan desa-desa di Kecamatan Jatilawang. Setiap peserta membawa harapan yang sama, yakni menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi Dwi Astuti, forum seperti ini bukan sekadar agenda koordinasi. Di dalamnya tersimpan kesempatan untuk memperkuat jejaring kerja, membangun komunikasi yang harmonis, serta menyelaraskan langkah dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Sebab, persoalan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan keagamaan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh unsur bergerak dalam satu semangat pengabdian.
Di balik meja rapat yang dipenuhi lembaran program dan catatan kegiatan, sesungguhnya sedang disusun masa depan masyarakat. Setiap gagasan yang lahir dapat menjadi jalan bagi tumbuhnya keluarga yang lebih tangguh, anak-anak yang memperoleh pendidikan yang baik, serta lingkungan yang semakin harmonis dan religius.
Tidak semua pengabdian terlihat dalam sorotan. Ada yang hadir dalam ruang-ruang musyawarah, melalui kesediaan mendengarkan, menyatukan perbedaan, dan merumuskan langkah bersama. Dari forum-forum sederhana seperti inilah lahir keputusan-keputusan yang kelak memberi manfaat bagi banyak orang.
KUA Jatilawang terus berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk TP PKK, sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kehidupan beragama. Sebab, ketika pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan para penggerak desa bergandengan tangan, harapan akan terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dibangun bersama.
Di Desa Margasana, rapat koordinasi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, semangat yang tumbuh di dalamnya diharapkan akan terus hidup, menjelma menjadi kerja nyata yang menghadirkan senyum di setiap rumah, menguatkan setiap keluarga, dan menanamkan harapan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu melahirkan keberkahan bagi masyarakat.
