Penyuluh KUA Sokaraja Isi Tausiyah dan Pimpin Doa Bersama Jamaah Majelis Taklim, Iringi Keberangkatan Warga Karangrau Menuju Tanah Suci
Sokaraja — Wujud kepedulian dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sokaraja, Akhmad Arifudin, melalui kegiatan tausiyah dan doa bersama jamaah Majelis Taklim di wilayah desa binaan. Jumat (09/10)
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan spiritual kepada Sukadi dan Rohyati, warga Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, yang akan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut, ketika jamaah berkumpul untuk memberikan doa, dukungan, serta harapan terbaik bagi calon tamu Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Akhmad Arifudin menyampaikan tausiyah tentang pentingnya meluruskan niat, menjaga keikhlasan, memperkuat kesabaran, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah umrah. Ia mengajak jamaah memahami bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan semata-mata perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan hati untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. Kesempatan untuk berkunjung ke Tanah Suci menjadi nikmat besar yang patut disyukuri, sekaligus amanah untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kesungguhan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang artinya “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196).
Ayat tersebut menegaskan bahwa ibadah haji dan umrah hendaknya dilaksanakan dengan niat yang tulus karena Allah SWT serta mengikuti tuntunan syariat. Karena itu, calon jemaah perlu mempersiapkan pemahaman tentang tata cara ibadah, menjaga kesehatan, memperbanyak doa, serta membekali diri dengan kesabaran dan akhlak yang baik.
Dalam tausiyahnya, Akhmad Arifudin juga mengajak jamaah majelis taklim menjadikan momentum keberangkatan Sukadi dan Rohyati sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kebahagiaan seseorang yang akan menunaikan ibadah hendaknya disambut dengan doa dan dukungan, bukan sekadar ucapan selamat, melainkan juga harapan agar perjalanan tersebut membawa kebaikan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Usai menyampaikan tausiyah, Akhmad Arifudin memimpin doa bersama agar Sukadi dan Rohyati diberikan kesehatan, kemudahan, keselamatan selama perjalanan, kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah umrah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan.
Doa bersama ini menjadi cerminan bahwa kehidupan beragama tidak hanya berkaitan dengan hubungan pribadi seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga menyangkut kepedulian dan ikatan persaudaraan antarsesama Muslim.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60 yang artinya “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60).
Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar senantiasa berdoa dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Doa yang dipanjatkan bersama menjadi ungkapan kasih sayang, kepedulian, dan harapan agar saudara seiman memperoleh perlindungan serta kemudahan dalam menjalankan ibadah.
Momentum ini juga mengajarkan bahwa kebersamaan dalam majelis taklim bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun budaya saling mendukung dalam kebaikan dan ketaatan.
Kegiatan tausiyah dan doa bersama ini merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja dalam memberikan bimbingan spiritual dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah binaan.
Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi penting untuk membangun pemahaman agama yang benar, memberikan ketenangan batin, serta menumbuhkan semangat saling mendoakan dalam berbagai fase kehidupan, termasuk ketika warga akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Melalui majelis taklim, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara dekat, hangat, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan materi keislaman, tetapi juga menjadi pendamping umat yang hadir dalam kebahagiaan, memberikan penguatan ketika menghadapi kesulitan, dan menggerakkan masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh hubungan antara KUA, majelis taklim, dan masyarakat desa binaan, sehingga pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat.
Perjalanan umrah hendaknya menjadi momentum untuk memperbarui niat, membersihkan hati, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah. Nilai sebuah perjalanan spiritual tidak hanya terletak pada sampainya seseorang ke Tanah Suci, tetapi juga pada kesungguhan menjalankan ibadah dan perubahan baik yang dibawa setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Bagi Sukadi dan Rohyati, semoga perjalanan ini menjadi pengalaman iman yang mendalam, menghadirkan ketenangan jiwa, memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menumbuhkan semangat untuk semakin istiqamah dalam beribadah.
Bagi jamaah Majelis Taklim, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, amal saleh, sedekah, pelayanan kepada sesama, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah Bapak Sukadi dan Ibu Rohyati menuju Baitullah, memberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan, menerima seluruh amal ibadahnya, serta mengaruniakan umrah yang mabrur. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja terus berupaya menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada ilmu yang dimiliki, tetapi juga pada ketulusan dalam mendoakan dan mendukung sesama.
