Penyuluh Pimpin Tahlil dan Jelaskan Keutamaan Doakan Arwah
Oleh KUA Wangon
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon memimpin kegiatan tahlil bersama masyarakat sebagai bentuk ikhtiar untuk mendoakan keluarga dan orang-orang tercinta yang telah mendahului menghadap Allah SWT. Kegiatan berlangsung khidmat dengan diisi pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, tahlil, tahmid, dan doa bersama. Senin (24/08)
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Sarif, menjelaskan bahwa mendoakan orang yang telah meninggal merupakan salah satu bentuk bakti yang dapat terus dilakukan oleh keluarga yang masih hidup. Doa menjadi wujud kasih sayang sekaligus harapan agar Allah SWT memberikan ampunan dan rahmat kepada mereka yang telah kembali kepada-Nya.
“Ketika keluarga kita telah mendahului pulang ke rahmatullah, salah satu yang bisa terus kita lakukan adalah mendoakannya. Kita memohon kepada Allah SWT agar segala dosa dan kekhilafannya diampuni, diberikan rahmat, serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ujar Sarif.
Sarif juga mengajak masyarakat agar tidak melupakan keluarga yang telah meninggal dunia. Menurutnya, kegiatan tahlil dan doa bersama dapat menjadi momentum untuk mengingat kematian, meningkatkan keimanan, sekaligus mengambil pelajaran bahwa kehidupan dunia pada akhirnya akan berakhir dan setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
“Kita yang masih diberi kesempatan hidup hendaknya memperbanyak amal saleh dan doa. Jangan hanya mengingat keluarga yang telah meninggal ketika ada kegiatan tertentu, tetapi mari kita biasakan mendoakan mereka dalam keseharian. Semoga doa-doa yang kita panjatkan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi keluarga,” pungkas Sarif.(srf)
