HUT RI #81

Penyuluh Sampaikan Kajian tentang Investasi Akherat yang Jadi Harapan

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Purwokerto — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan kajian tadabbur Al-Qur’an dalam kegiatan Simakan Qur’an Rutin Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Simakan Qur’an Al Husaini di Masjid Baitul Muttaqin, Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Minggu (16/08).

Dalam kesempatan tersebut, Iswanto mengkaji Juz ke-15, khususnya Surah Al-Kahfi ayat 46, sebagai bahan renungan bagi jamaah. Ayat tersebut mengingatkan bahwa harta dan anak merupakan perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Allah dan lebih baik untuk menjadi harapan.

Iswanto menjelaskan bahwa kandungan ayat tersebut mengajarkan umat Islam agar tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan utama kehidupan. Harta, keluarga, kedudukan, dan berbagai kenikmatan dunia merupakan amanah sekaligus perhiasan yang sifatnya sementara.

“Allah mengingatkan kita bahwa apa yang kita miliki di dunia pada hakikatnya adalah perhiasan yang tidak kekal. Karena itu, jangan sampai kesibukan mengejar harta dan berbagai kenikmatan dunia membuat kita melupakan bekal untuk kehidupan akhirat,” ungkapnya.

Menurutnya, amal saleh yang terus memberikan kebaikan merupakan investasi yang jauh lebih berharga. Karena itu, setiap Muslim perlu membangun keseimbangan antara ikhtiar memenuhi kebutuhan kehidupan dunia dengan memperbanyak amal yang bernilai ibadah.

Lebih lanjut, Iswanto mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan simakan Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami, merenungkan, dan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

“Kita berharap Al-Qur’an tidak hanya dibaca dengan lisan, tetapi juga ditadabburi dengan hati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” pesannya.

Kegiatan Simakan Qur’an Rutin Ahad Pagi di Majelis Simakan Qur’an Al Husaini Masjid Baitul Muttaqin berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan melalui kajian dan tadabbur.

Melalui kegiatan rutin tersebut, diharapkan masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, baik dalam urusan dunia maupun sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. (is)