HUT RI #81

Perkuat Mental Spiritual Umat, Penyuluh KUA Gumelar Rutin Bina MT Nurul Iman Cihonje

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar - Kementerian Agama terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan mental spiritual masyarakat hingga ke akar rumput. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kamis (20/08)

Dalam rangkaian pembinaan berkala tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar secara konsisten mengulas berbagai topik krusial bagi peningkatan kualitas ibadah jamaah, mulai dari urgensi menjaga shalat lima waktu, pemahaman fikih ibadah, hingga keutamaan dzikir.

Namun, dari sekian materi yang disampaikan, pembahasan mengenai Hakikat Syukur menjadi salah satu poin utama yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari umat.

Kambali menegaskan bahwa hakikat syukur memiliki makna yang luas dan harus diterapkan secara menyeluruh oleh setiap muslim melalui tiga pilar utama.

“Definisi syukur tidak hanya sebatas mengucapkan Alhamdulillah secara lisan. Syukur yang komprehensif mencakup pengakuan tulus dalam hati bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT, pujian melalui lisan, serta pemanfaatan nikmat tersebut sesuai dengan jalur yang diridhai-Nya melalui amal perbuatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa syukur merupakan kunci utama untuk meraih keberkahan hidup, sebagaimana janji Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Ibrahim ayat 7. Dengan senantiasa bersyukur, seorang muslim akan memiliki sifat qanaah (merasa cukup), memperoleh ketenangan jiwa, serta terhindar dari perilaku kufur nikmat.

Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, wujud pengamalan syukur dapat diaplikasikan secara sederhana namun berdampak besar. Bagi jamaah majelis taklim, rasa syukur atas nikmat sehat, waktu luang, dan hidayah iman diwujudkan melalui keaktifan menghadiri majelis ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kualitas ibadah ritual maupun sosial.

“Menjadi hamba yang bersyukur berarti menyadari bahwa setiap tarikan napas, kesehatan, dan rezeki adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan dengan ketaatan,” pungkas Kambali di hadapan para jamaah.

Melalui kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan ini, KUA Gumelar berharap masyarakat Desa Cihonje dapat terus membina diri, memperkuat pemahaman keagamaan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.