Renungan Kelahiran Manusia, Penyuluh Bahas Makna Syair di MT Al-Fattah
Oleh KUA purwojati
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Aminudin, mengisi kegiatan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Al-Fattah, Kaliwangi. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan kajian yang mengambil pesan hikmah dari syair yang menggambarkan keadaan manusia ketika dilahirkan ke dunia. Seorang bayi hadir dalam keadaan menangis, sementara orang-orang di sekelilingnya menyambut dengan kegembiraan. Pesan tersebut menjadi renungan agar manusia tidak menyia-nyiakan kehidupan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kamis (10/09)
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk menyadari bahwa perjalanan hidup manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, kehidupan hendaknya diisi dengan amal kebaikan, ibadah, serta perbuatan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Aminudin juga mengajak jamaah untuk menjadikan perjalanan hidup sebagai kesempatan memperbanyak bekal akhirat. Kebahagiaan dunia hendaknya tidak membuat manusia lalai terhadap tujuan akhir kehidupan, sementara setiap waktu yang diberikan merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.
Pesan syair tersebut menjadi semakin relevan sebagai bahan muhasabah bagi setiap Muslim. Kelahiran menjadi awal perjalanan, sedangkan kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Di antara keduanya terdapat kesempatan untuk berbuat baik dan memperbaiki diri.
Kegiatan kajian di MT Al-Fattah Kaliwangi diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan sekaligus menjadi pengingat bagi jamaah untuk senantiasa memperbaiki kualitas kehidupan dengan meningkatkan ibadah dan amal saleh
