Resmi Dilantik, PBN Banyumas Cetak Sejarah Sebagai yang Pertama di Jawa Tengah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Momentum besar bagi dunia literasi Nahdliyin berlangsung di Pondok Pesantren NU Abdul Jamil Tebuireng 17 Sokaraja. Kegiatan ini menandai Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Kabupaten Banyumas yang dirangkaikan dengan Bedah Buku Shalawat Badar serta Rakerwil PBN Provinsi Jawa Tengah.  Selasa (10/02/26)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh deretan tokoh penting, diantaranya yakni Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Kabid Bimas Kanwil Jateng, Kepala Kantor Kemenag Banyumas dan Cilacap, Ketua Pengurus Pusat PBN, Ketua PW PBN Jawa Tengah, hingga Ketua PCNU.

Ketua Panitia, Edi Sungkowo, melaporkan bahwa pemilihan lokasi di Pondok Pesantren NU Abdul Jamil Tebuireng 17 bertujuan memberikan inspirasi mengenai integrasi antara literasi, pendidikan pesantren, dan kemandirian kewirausahaan santri.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya PBN. Beliau memandang PBN sebagai mitra strategis atau "tangan panjang" kebersamaan dengan Kementerian Agama. "Insyaallah Kemenag Banyumas melalui PBN ini dapat menginspirasi Indonesia," ungkapnya optimis.

Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam arahannya menegaskan bahwa PBN harus menjadi gerakan literasi aktif guna memperkuat pemahaman keagamaan, kebangsaan, dan keaswajaan. Beliau menyoroti tantangan media sosial dimana popularitas sering kali mengalahkan kebenaran.

“Pojok Baca Nahdliyah jangan dimaknai sekadar membaca teks, tetapi harus menjadi gerakan membaca situasi, kebutuhan zaman, dan arah masa depan generasi,” tegas Saiful Mujab. Beliau juga memuji langkah PBN Banyumas yang langsung tancap gas menggelar rakerwil dan bedah buku sebagai teladan dalam menjadikan literasi sebagai tradisi organisasi.

Ketua PBN Jateng, Imam Thobroni, menambahkan bahwa PBN hadir sebagai stakeholder baru Kemenag dalam penguatan literasi umat. Ia menekankan bahwa PBN harus menjadi ruang perlawanan intelektual terhadap dominasi algoritma media sosial yang kerap menggeser kebenaran substantif.

Sementara itu, Menteri Agama RI sekaligus Pembina PBN Pusat, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi mendalam melalui sambutan virtualnya menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial untuk memperkuat konsolidasi serta memperluas gerakan literasi guna mencerdaskan umat dan bangsa.

Menag menggarisbawahi peran strategis literasi sebagai bagian dari dakwah Nahdlatul Ulama. "Gerakan literasi seperti PBN merupakan bagian dari dakwah kultural NU, dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan," ujar Nasaruddin Umar. 

Beliau juga menambahkan bahwa budaya membaca dan berpikir kritis adalah kunci utama dalam membentuk karakter umat. "Membaca, belajar, dan berpikir kritis adalah fondasi penting dalam membentuk umat yang moderat, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan," tambahnya.

Menutup sambutannya, Menag menaruh harapan besar pada kepengurusan PBN Kabupaten Banyumas yang baru saja dikukuhkan. Beliau berharap Rakerwil ini mampu melahirkan program-program inovatif dan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata, khususnya bagi generasi muda Nahdliyin.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banyumas, untuk menjadi basis kekuatan literasi Ahlussunnah wal Jama’ah yang inklusif dan berdaya saing.