Sambut Fenomena Istiwa Azam, Penyuluh KUA Somagede Ajak Jamaah MT Al Kautsar Sukseskan Indonesia Berkiblat
Oleh KUA Somagede
Somagede – Suasana khusyuk sekaligus penuh antusiasme menyelimuti Majlis Taklim Al Kautsar hari ini. Kegiatan rutin keagamaan yang diawali dengan lantunan syahdu Tadarus Al-Qur'an Surat An-Nisa tersebut, mendadak menjadi ruang edukasi astronomi Islam yang sangat menarik. Jumat (10/07)
Penyuluh Agama KUA Somagede, Nuryati, hadir memberikan bimbingan penyuluhan yang berbeda dari biasanya. Kali ini, ia membawa misi penting: mengajak seluruh jamaah untuk ikut serta mensukseskan gerakan "Indonesia Berkiblat" yang akan berlangsung pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 mendatang.
Dalam penyuluhannya, Nuryati menjelaskan bahwa program "Indonesia Berkiblat" ini bertepatan dengan sebuah fenomena alam langka yang disebut Istiwa A'zam atau Rashdul Qiblah. "Pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, posisi matahari akan berada tepat di atas Ka'bah. Ini adalah waktu yang paling akurat bagi kita untuk mengecek dan mengukur kembali arah kiblat," ujar Nuryati di hadapan puluhan jamaah.
Ia menambahkan bahwa momentum ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Seluruh jamaah dianjurkan untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk mencocokkan kembali akurasi arah kiblat, baik di masjid lingkungan sekitar, musholla, bahkan di rumah masing-masing.
Nuryati juga membagikan tips sederhana kepada jamaah agar bisa mempraktikkannya sendiri di rumah tanpa alat yang rumit:
-
Gunakan benda tegak lurus (seperti tongkat, benang pemberat, atau kusen jendela) di tempat yang terkena sinar matahari.
-
Tunggu hingga pukul 16.27 WIB pada tanggal 15 atau 16 Juli.
-
Lihat bayangan benda tersebut. Garis bayangan yang terbentuk itulah yang menjadi jalur lurus dan akurat menuju arah kiblat.
Edukasi ini disambut hangat oleh para jamaah Majlis Taklim Al Kautsar. Banyak di antaranya yang mengaku baru mengetahui cara praktis menentukan kiblat menggunakan fenomena alam ini.
Melalui kegiatan ini, KUA Somagede berharap kesadaran masyarakat untuk menyempurnakan ibadah—dimulai dari hal mendasar seperti akurasi arah kiblat—dapat terus meningkat. Jadi, jangan lupa pasang pengingat di ponsel Anda: 15 & 16 Juli 2026, pukul 16.27 WIB, mari kita sukseskan Indonesia Berkiblat! (Nuryati)
