HUT RI #81

Sambut Gerakan Indonesia Berkiblat, Kepala KUA Somagede Instruksikan Seluruh ASN dan Penyuluh Turun ke Lapangan

Oleh KUA Somagede
SHARE

Banyumas — Menjelang momentum astronomis penting yang akan terjadi dalam waktu dekat, Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede bergerak cepat. Kepala KUA Somagede, Fairuz Mustafiq, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakoor) yang dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Somagede hari ini. Senin (13/07)

Rapat koordinasi ini digelar khusus sebagai langkah persiapan matang menghadapi Gerakan Indonesia Berkiblat yang dijadwalkan berlangsung serentak pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 esok hari.

Wajibkan ASN Buat Akun dan Praktik Langsung

Dalam arahannya, Fairuz Mustafiq menegaskan bahwa menyukseskan Gerakan Indonesia Berkiblat bukan sekadar tugas formalitas, melainkan sebuah kewajiban bersama. Ia menginstruksikan seluruh ASN KUA Somagede tanpa terkecuali untuk ikut serta secara aktif.

"Seluruh ASN KUA Somagede wajib turut serta mensukseskan gerakan ini. Langkah awal adalah dengan membuat akun resmi yang telah disediakan, kemudian langsung mempraktikkan kegiatan Roshdul Kiblat (pengukuran arah kiblat saat matahari di atas Ka'bah) di wilayah tugas masing-masing," ujar Fairuz di hadapan para peserta rakoor.

Gandeng Jemaah Majelis Taklim demi Target Nasional

Tidak hanya menyasar internal pegawai, instruksi khusus juga diberikan kepada para Penyuluh Agama Islam. Mengingat peran mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, para penyuluh diharapkan menjadi motor penggerak edukasi keagamaan ini.

Kepala KUA meminta para penyuluh untuk melaksanakan kegiatan Roshdul Kiblat ini bersama-sama dengan jemaah Majelis Taklim binaan mereka. Langkah kolaboratif ini diambil demi mendukung target besar yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Target Nasional: Kementerian Agama menargetkan terkumpulnya 1.448.000 titik pengamatan Roshdul Kiblat di seluruh penjuru Indonesia.

Dengan adanya koordinasi yang solid ini, KUA Somagede optimis dapat menyumbang kontribusi signifikan dari wilayah Somagede, sekaligus memberikan edukasi astronomi Islam (ilmu falak) yang praktis dan bermanfaat bagi masyarakat luas dalam menyempurnakan arah kiblat ibadah mereka. (Nuryati)