Sarat Makna dan Kebersamaan: Hangatnya Tradisi Tukar Takir Jamaah Masjid An-Nur Selandaka di Malam 10 Muharram
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Masjid An-Nur, Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, dalam rangka memperingati malam 10 Muharram. Acara yang dihadiri oleh warga dan jamaah setempat ini dipimpin langsung oleh Solehun, staf Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh. Kamis (25/06)
Rangkaian acara diawali dengan penyampaian Kuliah Tujuh Menit (Kultum) oleh Solehun. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan makna mendalam dari bulan Muharram sebagai momentum berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama.
Puncak acara yang paling dinantikan adalah tradisi saling tukar-menukar takir—makanan tradisional yang wadahnya terbuat dari daun pisang dan lidi—yang dibawa oleh masing-masing jamaah dari rumah. Suasana kebersamaan begitu terasa saat seluruh jamaah saling berbagi dan menikmati berkah hidangan malam itu bersama-sama.
"Tradisi tukar takir ini bukan sekadar urusan makan bersama, tapi simbol kerukunan, kesetaraan, dan rasa syukur warga Selandaka. Semoga kebersamaan ini terus terjaga," ujar Solehun di sela-sela acara.
Melalui kegiatan ini, Masjid An-Nur tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat penguat tali silaturahmi dan pelestari kearifan lokal bagi masyarakat Selandaka.
