Tabarrukan di Makam Wali: Hidupkan Kesadaran Akhirat dalam Pengabdian Pendidikan

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Keluarga besar madrasah melaksanakan kegiatan ziyarah ke sejumlah makam wali dan ulama Banyumas sebagai ikhtiar spiritual untuk meneguhkan nilai pengabdian. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, para wakil kepala madrasah, perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta anggota Komite Madrasah, dalam suasana khidmat dan penuh perenungan. Jumat (16/01/26)

Ziyarah dilakukan ke maqbarah para wali dan ulama Banyumas, yakni KH. Raden Mohammad Ilyas Sokaraja, Syekh Abdul Malik Kedung Paruk, Syekh Makdum Wali Karanglewas, Syekh Muhammad Nuh Pageraji, dan Syekh Abdus Somad Jombor. Di setiap lokasi, rombongan melantunkan doa dan tahlil sebagai bentuk tabarrukan, memohon keberkahan agar setiap amanah pendidikan yang dijalankan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang hakikat kehidupan dan kepastian kematian. Melalui ziyarah, seluruh peserta diajak menumbuhkan kesadaran akhirat sebagai landasan dalam menata sikap, keputusan, dan tanggung jawab, sehingga keseimbangan antara urusan dunia dan orientasi akhirat dapat terjaga secara harmonis.

Kepala Madrasah dalam keterangannya menyampaikan bahwa ziyarah wali bukan sekadar tradisi, melainkan sarana penyucian niat. Bekerja di lingkungan madrasah harus dimaknai sebagai ibadah dan bentuk pengabdian, bukan semata rutinitas. Dengan niat bekerja karena Allah, setiap peran dan tugas diharapkan bernilai amal yang berkelanjutan.

Suasana ziyarah berlangsung dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Di tengah padatnya agenda dan dinamika tugas kelembagaan, kegiatan ini menjadi pengingat penting untuk membersihkan hati, memperkuat keikhlasan, serta menjaga integritas dalam menjalankan amanah pendidikan.

Melalui kegiatan tabarrukan di makam wali ini, keluarga besar madrasah meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual, sebagai ikhtiar nyata membangun pengabdian yang bernilai dunia dan akhirat.(HumasMTsN3).