Wujudkan Rumah Tangga Harmonis, Melalui Bimwin
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang — Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang terus berkomitmen dalam menyiapkan fondasi keagamaan dan mental yang kokoh bagi para calon pengantin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. KUA Jatilawang menyelenggarakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti oleh pasangan calon pengantin asal Desa Kedungwringin. Selasa (29/09)
Kegiatan pembekalan yang berlangsung di ruang bimbingan KUA Jatilawang ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Rais Rudiansyah. Kehadiran para calon pengantin tersebut disambut hangat sebagai bentuk pelayanan prima dalam mendampingi masyarakat mewujudkan keluarga yang bermartabat.
Dalam sesi pemaparannya, Rais Rudiansyah menyampaikan materi krusial bertajuk 5 Pilar Keluarga Sakinah sebagai fondasi utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Beliau menjelaskan secara terperinci setiap nilai dasar yang wajib dipahami dan diamalkan oleh setiap pasangan suami istri.
Pilar pertama yang ditekankan dalam bimbingan tersebut adalah Zawaj atau prinsip berpasangan, di mana suami dan istri memosisikan diri sebagai mitra yang saling melengkapi. Menurut Rais, pemahaman ini penting agar tidak ada dominasi sepihak dalam mengelola dinamika kehidupan berumah tangga.
Selanjutnya, pilar kedua berupa Misaqan Ghalidzan atau janji kokoh di hadapan Allah SWT yang melandasi ikatan suci pernikahan. Rais mengingatkan para calon pengantin agar senantiasa menjaga komitmen sakral tersebut dalam situasi suka maupun duka.
Pilar ketiga dan keempat yang disampaikan mencakup Mu’asgarah bil Ma’ruf (saling memperlakukan pasangan secara baik) serta Musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Pendekatan komunikasi yang santun dan terbuka dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan jangka panjang.
Adapun pilar kelima adalah prinsip Taradhin atau saling meredai dan memberikan rasa nyaman satu sama lain. Melalui pilar ini, para calon pengantin diajak untuk selalu mengedepankan keikhlasan serta keterbukaan dalam membangun suasana rumah tangga yang penuh kasih sayang.
Seluruh rangkaian Bimbingan Perkawinan tersebut berlangsung dengan sangat lancar, interaktif, dan penuh kekeluargaan. Para calon pengantin dari Desa Kedungwringin tampak antusias menyimak materi serta aktif berdiskusi mengenai kesiapan mental dan spiritual menjelang hari pernikahan.
Suasana keakraban semakin terasa saat kegiatan diakhiri dengan penyerahan kudapan (snack) kepada para peserta serta sesi foto bersama antara Penyuluh Agama Islam dan para calon pengantin. Momen ini menjadi penutup yang manis sekaligus simbol kesiapan para peserta dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.(tum)
