Sambut Hari Santri, Pelatihan AI untuk Santri Tembus 30 Ribu Pendaftar
Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama mencatat antusiasme tinggi terhadap pelatihan berbasis teknologi bagi santri. Menjelang Hari Santri 2026, program pelatihan Artificial Intelligence (AI) melalui platform MOOC Pintar diikuti sekitar 30.000 pendaftar.
Dirjen Pesantren Basnang Said menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran kiai dan ustaz. "Penggunaan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai pengganti proses pendidikan yang telah berjalan," katanya di Jakarta .
Selain pelatihan AI, tersedia juga pelatihan menjadi content creator yang diikuti 3.200 pendaftar, serta pelatihan manajemen data ijazah dan pengelolaan dana BOS. Basnang menilai santri memiliki soft skill kedisiplinan dan kemandirian yang membuat mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi
