HUT RI #81

Apel GTK Teguhkan Kode Etik: Disiplin dari Datang Tepat Waktu hingga Tuntas Jalankan Tugas

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Kamis pagi menjadi momentum bagi GTK MTs Negeri 3 Banyumas untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap kode etik sebagai bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Kamis (17/09)

Apel rutin GTK ini dipimpin oleh Hesti Pamuji, S.Pd. dan dibina langsung oleh Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir. Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menyampaikan pentingnya memahami dan menerapkan Kode Etik Pegawai Kementerian Agama dalam setiap sikap dan pelaksanaan tugas.

Disampaikan bahwa kode etik pegawai tidak berhenti pada pemahaman terhadap aturan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Beberapa prinsip yang ditekankan meliputi taat hukum dan peraturan, menjaga kehormatan serta nama baik lembaga, menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, bekerja secara profesional dan tidak diskriminatif, serta membangun loyalitas dan kerja sama tim.

Menurut Sudir, penerapan kode etik dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang justru menjadi cermin kedisiplinan dan tanggung jawab seorang pegawai.

“Menjaga kode etik tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari datang tepat waktu, pulang setelah tugas selesai, mengenakan pakaian yang rapi dan bersih dengan atribut lengkap, serta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” pesan Sudir dalam amanatnya.

Penekanan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalitas bukan hanya tentang bagaimana seseorang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga bagaimana ia hadir, bersikap, menjaga amanah, dan menjadi bagian dari tim.

Kepatuhan terhadap waktu, ketentuan berpakaian, tupoksi, dan aturan kerja merupakan bentuk sederhana dari integritas. Ketika kebiasaan-kebiasaan tersebut dijalankan secara konsisten, akan tumbuh budaya kerja yang tertib, saling menghargai, dan dapat dipercaya.

Apel pagi pun menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh GTK bahwa nama baik lembaga dibangun oleh perilaku setiap individu di dalamnya. Setiap ketepatan waktu, setiap tugas yang dituntaskan, setiap sikap jujur, serta setiap kerja sama yang terjalin merupakan bagian dari wajah madrasah.

Dari apel Kamis pagi ini, pesan yang menguat adalah bahwa kode etik bukan sekadar dokumen yang harus diketahui, melainkan nilai yang harus dihidupkan dalam keseharian. Sebab, madrasah yang kuat tidak hanya dibangun oleh program yang baik, tetapi juga oleh insan yang disiplin, berintegritas, profesional, dan mampu bekerja bersama dalam satu tujuan.

HumasMTsN3