Bekal Bagi Pasangan Pengantin Baru Penghafal Al-Quran yang Mengabdi di Ponpes Maskanatul Quran Riau
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Akhmad Arifudin, memberikan pembekalan keagamaan kepada pasangan pengantin baru yang merupakan penghafal Al-Qur’an dan akan mengabdikan diri sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Maskanatul Qur’an Cabang Riau. Jumat (02/10)
Pasangan tersebut adalah Abdul Kholik, dan Umi Faridatul Ngatiqoh, Keduanya merupakan santri binaan sekaligus bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Mahabbatul Qur’an, yang diasuh oleh K. Akhmad Arifudin. Setelah menikah, keduanya mendapatkan amanah untuk bertugas sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Maskanatul Qur’an Cabang Riau.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan kepada pasangan muda agar mampu menjalankan kehidupan rumah tangga sekaligus amanah pengabdian dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dalam pembinaannya, K. Akhmad Arifudin menekankan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan sebuah keutamaan sekaligus amanah. Hafalan Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat, tetapi diwujudkan dalam akhlak, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus...”
(QS. Al-Isra: 9). Ayat tersebut menjadi motivasi bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun rumah tangga dan melaksanakan tugas pengabdian.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: «“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)». Hadis tersebut menjadi penguat bagi pasangan Abdul Kholik dan Umi Faridatul Ngatiqoh agar menjadikan perjalanan mereka sebagai kesempatan untuk terus belajar, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an kepada para santri.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang banyaknya ayat yang dihafal, tetapi bagaimana Al-Qur’an hadir dalam akhlak dan perilaku. Ketika nanti mengabdi di Riau, jadikan rumah tangga sebagai tempat pertama untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an, kemudian menjadi teladan bagi para santri,” pesan K. Akhmad Arifudin.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga dan dunia pengabdian membutuhkan kesabaran, keikhlasan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menguatkan. Pasangan suami istri yang sama-sama memiliki latar belakang sebagai penghafal Al-Qur’an diharapkan dapat membangun keluarga yang menjadi bagian dari perjuangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.(tum)
