HUT RI #81

Bekali Mahasiswa PPL, Tim SAFAC Gelar Praktik Kalibrasi Arah Kiblat

K
KUA Purwokerto Utara
29 Jan 2026
8x dibaca
SHARE

Banyumas - Tim Satria Falak Community (SAFAC) Banyumas bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng melaksanakan praktik pengukuran arah kiblat di Masjid Al Mukmin Pondok Pesantren Bani Abbas, Desa Gadog, Kecamatan Kedungbanteng. Kamis (29/01/26).

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yang sedang melaksanakan PPL di KUA Kecamatan Kedungbanteng, KUA Kecamatan Baturraden, dan KUA Kecamatan Purwokerto Utara.

Praktik pengukuran arah kiblat ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembekalan tambahan bagi mahasiswa PPL agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelayanan keagamaan di masyarakat, khususnya terkait kalibrasi arah kiblat masjid dan musala.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan program FARAHKEMAS atau Fasilitas Arah Kiblat Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang menjadi salah satu layanan unggulan dalam membantu masyarakat memastikan keakuratan arah kiblat tempat ibadah.

Dalam kegiatan tersebut, tim SAFAC Banyumas memberikan penjelasan sekaligus praktik langsung mengenai tata cara pengukuran arah kiblat menggunakan alat theodolit, mulai dari tahap persiapan hingga penentuan hasil akhir arah kiblat.

Hariyanto dan Riyanto yang merupakan anggota tim SAFAC Banyumas menjelaskan secara rinci proses pengukuran arah kiblat dengan theodolit agar dapat dipahami dengan baik oleh para mahasiswa PPL.

Mereka memaparkan langkah-langkah teknis, mulai dari penentuan titik pengamatan, pengaturan alat, hingga perhitungan sudut yang digunakan untuk menentukan arah kiblat yang akurat sesuai kaidah ilmu falak.

Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik yang dilakukan di dalam masjid. Mereka juga aktif bertanya terkait penggunaan alat dan penerapan metode pengukuran di lapangan.

Kegiatan praktik ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PPL karena dapat melihat secara langsung penerapan teori yang selama ini mereka pelajari di bangku perkuliahan.

Salah satu mahasiswa PPL, Lala, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa praktik ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori di kelas.

Menurutnya, selama ini ilmu falak dan pengukuran arah kiblat hanya dipelajari secara konseptual dalam mata kuliah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung cara kerja alat theodolit dan proses pengukuran di lapangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAFAC Banyumas yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa PPL.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah kompetensi mahasiswa PPL dalam bidang pelayanan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan falak dan penentuan arah kiblat.

Dengan adanya praktik lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran KUA dan penyuluh agama dalam memberikan layanan keagamaan yang berbasis keilmuan dan ketepatan data.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan serta mendukung pelayanan umat yang lebih profesional dan akurat.