HUT RI #81

Bertafakur Di Masjid Al Baroah : Jangan Sampai Kita Jadi Jenazah yang Miliki Sedikit Amal

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
05 Nov 2026
15x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 05-11-2026 14:44
SHARE

Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, melaksanakan bimbingan penyuluhan agama di Masjid Al Baro'ah dengan mengangkat tema “Jangan Sampai Kita Menjadi Jenazah yang Ditangisi Banyak Orang, tetapi Sedikit Amal yang Menyelamatkan.” Kegiatan ini mengajak jemaah merenungkan hakikat kematian dan pentingnya mempersiapkan bekal amal saleh sebelum ajal menjemput. Kamis (05/11)

Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah mengingatkan bahwa banyaknya orang yang menangisi kepergian seseorang bukanlah ukuran keberhasilan hidup di hadapan Allah SWT. Kehormatan manusia tidak semata terletak pada panjangnya kenangan yang ditinggalkan, melainkan pada kualitas iman, ketulusan ibadah, dan kebaikan yang pernah ditebarkan selama hidup.

Ia menegaskan bahwa kematian tidak pernah menunggu seseorang selesai memperbaiki diri. Karena itu, setiap kesempatan hidup hendaknya diisi dengan memperbanyak istigfar, menjaga salat, menunaikan hak sesama, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan. Sebab, ketika tubuh telah terbujur kaku, harta dan jabatan tak lagi dapat diandalkan; hanya amal saleh yang menjadi bekal perjalanan menuju keabadian.

Melalui bimbingan tersebut, jemaah diajak menjadikan kesadaran akan kematian sebagai penggerak untuk memperbaiki kehidupan, bukan sumber ketakutan. Sebab, sebaik-baik manusia bukanlah mereka yang paling banyak ditangisi ketika wafat, melainkan mereka yang meninggalkan jejak kebaikan dan memiliki bekal amal untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.