BRUS Angkatan 12 dan 13 Digelar di MAN 1 Banyumas, Tekan Angka Pernikahan Dini dan Ciptakan Generasi Unggul

Oleh Seksi Bimas
SHARE

Banyumas - Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam kembali mengadakan kegiatan BRUS atau Bimbingan Remaja Usia Sekolah Angkatan 12 dan 13 di lingkungan MAN 1 Banyumas. Kegiatan edukasi ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yakni H. Lubab Habiburrahman, Muhammad Taubah, Sudiro, serta A. Novita dari Bidang Administrasi Kesehatan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas. Kehadiran para pemateri dari berbagai unsur instansi ini bertujuan memberikan wawasan menyeluruh kepada para siswa terkait persiapan masa depan dan kehidupan berkeluarga. Acara ini disambut dengan hangat dan penuh antusiasme oleh seluruh peserta serta pihak sekolah sebagai langkah strategis peningkatan kualitas pengetahuan remaja. Sabtu (30/05)

Dalam sambutan yang mewakili Kepala MAN 1 Banyumas, Wakasis Siti Zaenuroh menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan bimbingan tersebut. Beliau menilai agenda ini sangat relevan dan penting bagi perkembangan karakter serta wawasan siswa dalam merencanakan masa depan yang lebih matang. Pihak sekolah berharap materi yang disampaikan dapat terserap baik dan menjadi bekal berharga bagi para remaja dalam mengambil keputusan hidup ke depannya. Keterbukaan dan dukungan penuh dari sekolah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembinaan generasi muda yang berkualitas.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Agus Setiawan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa persiapan hidup berumah tangga harus dilakukan secara matang sejak dini. Tujuan utama dari pembinaan ini adalah melahirkan generasi penerus yang unggul, mencegah kasus stunting pada anak, serta menekan angka perceraian yang masih menjadi tantangan sosial. Beliau juga menyoroti fakta bahwa faktor ekonomi saat ini menjadi penyebab dominan perpisahan rumah tangga, sehingga kestabilan finansial wajib dipersiapkan sejak masa pendidikan. Oleh karena itu, para remaja diimbau untuk mengutamakan penyelesaian pendidikan dan membangun karir terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalin hubungan serius atau memilih pasangan hidup.

H. Agus Setiawan,  juga memaparkan capaian membanggakan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2025, di mana angka pernikahan usia dini berhasil turun hingga 50 persen dari ratusan kasus menjadi sekitar dua ratusan kasus. Penurunan angka tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan sosialisasi dan pembinaan yang telah digalakkan secara berkesinambungan ke berbagai lembaga pendidikan. Harapan besar disampaikan agar melalui kegiatan BRUS angkatan ke-12 dan ke-13 ini, angka pernikahan dini di wilayah Banyumas dapat terus ditekan seminimal mungkin di tahun-tahun mendatang. Melalui persiapan yang tepat dan pemilihan pasangan yang sesuai harapan, diharapkan setiap individu mampu membangun rumah tangga yang kokoh, bahagia, dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.