BRUS Angkatan 20-21 di Mts N 3 Banyumas : Perkuat Iman, Cegah Pernikahan Dini

Oleh Seksi Bimas
SHARE

Banyumas — Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan 20 dan 21 di MTs Negeri 3 Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IX yang terpilih per kelas sebagai langkah strategis membekali generasi muda dengan pemahaman agama yang kuat. Program ini juga bertujuan mempersiapkan kesiapan meraih masa depan serta mencegah pernikahan dini dan pergaulan bebas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dipenuhi pesan-pesan bermakna bagi para peserta. Harapan besar tertuju pada kegiatan ini agar menjadi benteng kuat bagi siswa dalam menapaki masa depan. Selasa (11/08)

Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan tiga pesan utama sebagai pedoman hidup siswa. Pertama, utamakan pendidikan dan kejar prestasi hingga meraih cita-cita, sebab pernikahan sebaiknya dipikirkan ketika usia dan kesiapan lahir batin telah matang. Kedua, pergaulan tetap memiliki batasan sesuai tuntunan agama, terutama dalam menjaga hubungan dengan bukan mahram di era digital saat ini. Ketiga, sampaikan segala beban hati kepada orang tua, guru, atau narasumber yang berkompeten agar tidak memendam masalah seorang diri. Beliau juga menegaskan komitmen bersama: “Nol Pernikahan Dini di MTsN 3 Banyumas” dan mendorong seluruh siswa agar 100% melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
 
Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Lubab Habiburrahman, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arahan kepada seluruh peserta. Beliau menyampaikan bahwa perubahan zaman menuntut pola bimbingan yang menyesuaikan perkembangan, terlebih saat ini anak-anak tumbuh di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Generasi yang hadir hari kelak akan menjadi penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa, sehingga fondasi keimanan harus diperkuat sejak sekarang agar tak tergoyahkan oleh godaan. MUI telah mempertegas bahaya penyimpangan perilaku yang harus diwaspadai, sehingga pemahaman akidah, akhlak, dan fikih menjadi bekal utama yang tak ternilai. Dua hal ditekankan: tunda pernikahan hingga siap matang dan kembangkan potensi diri agar menjadi kekuatan nyata meraih cita-cita.

Beliau menyampaikan perumpamaan menyentuh hati tentang Gunung Slamet yang tampak indah namun memiliki jalan terjal menuju puncak. Demikian pula meraih cita-cita pasti penuh rintangan, namun tekad kuat, persiapan matang, dan iman yang teguh akan membawa kesuksesan. Para siswa juga diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Nasional enam bulan ke depan dengan tekun dan sungguh-sungguh. Setiap siswa didorong melanjutkan pendidikan ke sekolah atau madrasah impian, termasuk bagi yang bercita-cita menimba ilmu di pesantren. Di akhir sambutan, beliau secara resmi menyatakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah telah dibuka untuk umum.

Kegiatan BRUS ini diharapkan menjadi benteng bagi generasi madrasah dari arus pergaulan bebas dan pernikahan dini yang semakin mengkhawatirkan. Dengan penguatan pemahaman agama, akhlak, serta kesadaran akan pentingnya pendidikan, lahirlah generasi yang cerdas sekaligus kokoh beriman. Semoga seluruh materi yang disampaikan dapat dipahami dan diamalkan sepenuhnya oleh para siswa di kehidupan sehari-hari. Kelak terwujudlah komitmen bersama: nol pernikahan dini dan seratus persen melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga para siswa menjadi generasi mulia akhlaknya dan siap menyongsong masa depan cerah dunia dan akhirat.