HUT RI #81

Dari Evaluasi Menuju Aksi, Lokmin Puskesmas II Sokaraja Perkuat Kepedulian Lintas Sektor

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, serta seluruh unsur yang bersentuhan langsung dengan warga. Rabu (30/09)

Semangat tersebut mengemuka dalam Lokakarya Mini (Lokmin) Puskesmas II Sokaraja yang turut melibatkan unsur lintas sektor, termasuk Penyuluh Agama Islam satuan kerja KUA Sokaraja. Dalam kegiatan tersebut, Dina Nurmarita, selaku pelaksana tugas Kepala KUA Sokaraja, hadir mewakili KUA Sokaraja.

Pertemuan menjadi ruang koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang masih memerlukan perhatian. Salah satu agenda penting adalah pembahasan laporan triwulan III serta sejumlah indikator kesehatan masyarakat yang belum mencapai target yang diharapkan.

Melalui forum Lokmin, berbagai unsur lintas sektor dapat melihat kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh. Persoalan kesehatan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pola hidup, lingkungan, pendidikan, kondisi sosial, hingga kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi pelayanan kepada masyarakat. Penyuluh memiliki ruang strategis dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di wilayah binaan.

Dina Nurmarita, menegaskan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antarlembaga agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, pendekatan keagamaan dan sosial dapat berjalan beriringan dengan program kesehatan untuk membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kualitas hidup.

Lokmin juga menjadi momentum untuk tidak sekadar melihat capaian angka, tetapi memahami mengapa masih ada target kesehatan yang belum tercapai dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk memperbaikinya.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih aktif. Edukasi kesehatan dapat diperkuat melalui berbagai ruang perjumpaan warga, termasuk majelis taklim, kegiatan sosial, kelompok masyarakat, dan forum kemasyarakatan lainnya.

Pada akhirnya, pembangunan kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sakit. Lebih jauh, ia merupakan ikhtiar untuk membangun kesadaran, mencegah risiko, menjaga lingkungan, dan membentuk kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Dari forum Lokmin Puskesmas II Sokaraja, pesan yang dibawa cukup sederhana: ketika setiap unsur mengambil bagian, persoalan masyarakat tidak lagi menjadi beban satu pihak. Ia menjadi tanggung jawab bersama.

KUA Sokaraja melalui Penyuluh Agama Islam pun terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Sebab, membimbing dan mengayomi masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga ikut hadir dalam berbagai persoalan kehidupan yang menyentuh kebutuhan warga.