Dibalik Tangis Seorang Balita, Hadir Pelukan Kepedulian
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Tangis seorang anak yang sedang sakit selalu menjadi ujian yang paling berat bagi hati seorang ayah dan ibu. Tak ada yang lebih diharapkan selain melihat buah hati kembali tersenyum, bermain, dan berlari dengan riang. Di tengah suasana penuh harap itulah, kehadiran kepedulian menjadi penawar yang menguatkan hati. Selasa (30/06)
Wujud kepedulian tersebut ditunjukkan oleh Muhammad Asyhadi, Abdul Khanan, dan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, saat melaksanakan pendampingan spiritual kepada keluarga Balita Sae'ul, warga Desa Kedungwringin, yang sedang menjalani perawatan akibat diare di Puskesmas Kecamatan Jatilawang.
Dalam kunjungan tersebut, para penyuluh agama memberikan nasehat kepada orang tua dan keluarga pasien tetap melaksanakan ibadah meskipun harus mendampingi anggota keluarga yang sedang dirawat. Nasehat diberikan dengan penuh kelembutan, menghadirkan suasana yang menenangkan di tengah kecemasan yang dirasakan keluarga.
Selain memberikan bimbingan ibadah, Muhammad Asyhadi, Abdul Khanan, dan Taubah juga memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar Balita Sae'ul segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, serta tumbuh kembali menjadi anak yang sehat, ceria, dan membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.
Tak hanya doa, mereka juga menyampaikan motivasi dan penguatan kepada keluarga agar tetap sabar, ikhtiar mengikuti arahan tenaga kesehatan, dan terus menaruh harapan kepada Allah SWT. Sebab di balik setiap ujian, Allah selalu menghadirkan kasih sayang-Nya bagi hamba yang bersabar dan tidak pernah putus berdoa.
Suasana ruang perawatan yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat. Senyum tipis mulai terlihat di wajah keluarga yang mendampingi. Mereka merasakan bahwa perhatian yang tulus, doa yang dipanjatkan bersama, dan penguatan rohani menjadi pelengkap yang sangat berarti di samping pelayanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan penyuluh agama KUA Jatilawang yang tidak hanya hadir di masjid, majelis taklim, maupun ruang pembinaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi cobaan di fasilitas kesehatan. Dakwah diwujudkan melalui tindakan nyata, dengan menemani, mendengarkan, mendoakan, serta menguatkan mereka yang sedang berada dalam masa-masa sulit.
Bagi Muhammad Asyhadi, Abdul Khanan, dan Taubah, mendampingi keluarga pasien adalah bentuk pengabdian yang lahir dari nilai-nilai Islam tentang kasih sayang dan kepedulian. Sebab, terkadang seseorang tidak membutuhkan kata-kata yang panjang; kehadiran yang tulus dan doa yang ikhlas sudah mampu menguatkan hati yang hampir kehilangan harapan.
Kisah sederhana dari ruang perawatan Puskesmas Kecamatan Jatilawang ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Ketika seorang anak terbaring sakit, banyak hati ikut mengetuk pintu langit melalui doa. Ketika seorang ibu menahan air mata demi tetap tegar di hadapan buah hatinya, ada tangan-tangan yang datang untuk menguatkan dan mengingatkan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar.
Semoga Balita Sae'ul segera dianugerahi kesembuhan, dipulihkan kesehatannya, dan kembali memenuhi rumah dengan tawa yang ceria. Semoga pula setiap langkah pengabdian Muhammad Asyhadi, Abdul Khanan, dan Taubah menjadi amal kebajikan yang terus mengalir pahalanya. Karena sesungguhnya, di balik setiap doa yang dipanjatkan dengan tulus, tersimpan harapan yang tidak pernah padam, dan di balik setiap kepedulian yang diberikan dengan ikhlas, Allah SWT menumbuhkan rahmat-Nya bagi seluruh hamba yang saling mengasihi.
